Para Saksi Ngaku Antar Duit dari Sarjan sampai Rp 8.5 M, Ade Kunang: Itu Pinjaman, He he..

sidang ade kunang
Sidang Ade Kunang di Pengadilan Tipikor Bandung.
0 Komentar

KBEonline.id – Fakta baru terungkap dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi praktik ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Sejumlah saksi mengaku mengantarkan uang dari kontraktor Sarjan kepada Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang dengan nilai keseluruhan mencapai Rp 8,5 miliar.

Meski demikian, Ade Kuswara Kunang tetap bersikukuh bahwa uang yang diterimanya bukan suap ataupun gratifikasi, melainkan pinjaman pribadi. Pengakuan para saksi itu mengemuka dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (22/6/2026), dengan terdakwa Ade Kuswara Kunang dan ayahnya, H.M. Kunang.

Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan tujuh saksi, yakni terpidana Sarjan selaku kontraktor pemberi uang, Muhammad Riza (mantan ajudan Ade), Sugiharto (tim sukses Ade), Ricky Yuda Bhakti alias Nyai, Rahmat Hidayat (pengurus rumah Ade), Abeng Arif (mantan sekretaris desa sekaligus asisten Ade), serta Suwaji yang merupakan karyawan Sarjan.

Baca Juga:Padam Listrik Nyalakan Lilin, Bengkel di Hegarmukti Malah Hangus TerbakarPemilihan Anggota BPD di 297 Desa Karawang Digelar 18–25 Agustus 2026, Cek Syarat dan Cara Pemilihannya

Dalam persidangan, Rahmat Hidayat mengaku beberapa kali diminta bertemu dengan Sarjan, baik disuruh oleh Ade maupun dihubungi langsung oleh Sarjan. Namun setiap pertemuan, dia dititipi bungkusan dari Sarjan yang kemudian diberikan langsung pada Ade. Menurut Rahmat, bingkisan itu diakui Sarjan berisi uang ratusan juta hingga miliaran rupiah.

“Ketemu di parkiran Bebek Kaleyo Lippo. Saya bawa mobil saya Innova biru, Sarjan bawa Fortuner putih. Saya enggak banyak ngobrol, di parkiran ngasih barang itu. Bungkusan uang. Saya tidak tahu, tapi pak Sarjan yang kasih tahu satu miliar rupiah, saya dikasih satu juta rupiah,” kata Rahmat Hidayat saat memberikan kesaksian.

Rahmat mengaku tiga kali bertemu dengan Sarjan, dan seluruhnya berlokasi di parkiran rumah makan tersebut. Setiap pertemuan, Rahmat dititipi bungkusan uang yang isinya antara Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar. “Uangnya dikasih ke Pak Bupati langsung di Kampung Gempol (kediaman Ade),” kata dia.

Pengakuan serupa juga disampaikan Ricky alias Nyai. Dia diminta beberapa kali menemui Sarjan lalu membawa bingkisan yang kemudian diberikan pada Ade. Salah satunya uang tunai yang dikemas dalam dua dus.

0 Komentar