RSUD Cabangbungin Kembangkan Bimasakti 5.0, Menuju Smart Hospital Berbasis AI

RSUD Cabangbungin
RSUD Cabangbungin terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Melalui program Body, Mind and Soul Activated Leadership and Services (Bimasakti) 5.0, rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Bekasi itu membangun budaya kerja berbasis teknologi sekaligus memperkuat transformasi menuju AI-Driven Smart Hospital Culture.
0 Komentar

KBEONLINE.ID KABUPATEN BEKASI – RSUD Cabangbungin terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Melalui program Body, Mind and Soul Activated Leadership and Services (Bimasakti) 5.0, rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Bekasi itu membangun budaya kerja berbasis teknologi sekaligus memperkuat transformasi menuju AI-Driven Smart Hospital Culture.

Direktur RSUD Cabangbungin, Erni Herdiani, mengatakan Bimasakti 5.0 tidak hanya berfokus pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga membangun sumber daya manusia yang sehat, kompeten, berintegritas, dan memiliki orientasi pelayanan yang kuat.

“Inovasi ini menjadi upaya membangun budaya kerja yang sehat, inovatif, berintegritas serta berorientasi pada pelayanan prima bagi masyarakat,” kata Erni Herdiani kepada Cikarang Ekspres.

Baca Juga:Kabupaten Bekasi Siap Jadi Tuan Rumah Kejurnas Squash 2026Peringati Harganas ke-33, Pemkab Karawang Tegaskan Peran Penting Ayah dalam Ketahanan Keluarga

Ia menjelaskan, Bimasakti 5.0 dikembangkan untuk menjawab tantangan pelayanan kesehatan yang semakin dinamis. Menurutnya, transformasi organisasi tidak cukup hanya mengandalkan teknologi dan sarana prasarana, tetapi juga harus dimulai dari perubahan budaya kerja seluruh pegawai.

Program tersebut mengintegrasikan tiga pilar utama, yakni Body melalui peningkatan kesehatan pegawai, Mind lewat penguatan kompetensi, inovasi dan pengembangan potensi, serta Soul yang menanamkan karakter pelayanan berintegritas, empati dan budaya melayani.

Ketiga pilar itu dikelola melalui Bimasakti Management System (BMS) yang menerapkan siklus perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi hingga perbaikan berkelanjutan (Continuous Quality Improvement).

Melalui sistem ini, seluruh data kesehatan pegawai, kinerja, inovasi, disiplin hingga budaya integritas dihimpun dan diolah menjadi BMS Index dengan komposisi Body 30 persen, Mind 40 persen dan Soul 30 persen.

“Hasilnya ditampilkan dalam dashboard digital sehingga pimpinan dapat memantau perkembangan individu maupun organisasi secara real time sebagai dasar pengambilan keputusan berbasis data,” ujarnya.

Implementasi Bimasakti 5.0 mulai menunjukkan hasil positif. Tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) meningkat hingga 116,59 persen, sementara Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) mencapai 91 persen.

Pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) juga melonjak dari Rp1,43 miliar menjadi Rp15,5 miliar pada 2025. Di sisi lain, nilai asesmen Zona Integritas meningkat dari 85,64 menjadi 94,84.

Baca Juga:Semangat Inklusivitas: Kakak-Beradik Penyandang Disabilitas Meriahkan Nobar Pemkab KarawangMenilik Ketangguhan Endar, Musisi Disabilitas Karawang yang Berkarya Lewat Rasa

Menurut Erni, capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan RSUD Cabangbungin sekaligus efektivitas transformasi budaya kerja yang dijalankan.

0 Komentar