Keterbatasan Jumlah Sekolah, Daya Tampung SMA Negeri di Kabupaten Bekasi Masih di Bawah 40 Persen

Daya Tampung SMA Negeri di Kabupaten Bekasi Masih di Bawah 40 Persen
Ilustrasi : Sekolah SMA. Daya Tampung SMA Negeri di Kabupaten Bekasi Masih di Bawah 40 Persen
0 Komentar

KBEONLINE.ID KABUPATEN BEKASI – Keterbatasan jumlah SMA Negeri masih menjadi persoalan utama dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kabupaten Bekasi. Dari seluruh lulusan SMP dan MTs, daya tampung SMA Negeri saat ini masih mampu mengakomodasi kurang dari 40 persen calon peserta didik.

Kepala Subbagian Aset KCD Wilayah III Jawa Barat, Sutisna, mengatakan tingginya minat masyarakat untuk bersekolah di SMA Negeri belum sebanding dengan jumlah sekolah yang tersedia.

“Kalau untuk negeri memang masih kurang dibandingkan jumlah lulusan SMP dan MTs. Yang terakomodasi masuk SMA Negeri itu cuma di bawah 40 persen karena keterbatasan jumlah sekolah. Sementara masyarakat maunya masuk negeri semua,” kata Sutisna kepada Cikarang Ekspres, Kamis (2/7).

Baca Juga:BPS Karawang Pilih Pendekatan Persuasif Hadapi Penolakan Sensus Ekonomi 2026Disparpora Karawang Lepas Tim Pelajar Nasional ke Vietnam dan Thailand

Menurut dia, berbagai SMA Negeri telah berupaya menambah kapasitas dengan meningkatkan jumlah siswa dalam setiap rombongan belajar (rombel). Jika ketentuan ideal satu kelas sebanyak 36 siswa, kini sejumlah sekolah menampung hingga 42-46 siswa per kelas.

“Ini salah satu upaya agar lebih banyak siswa bisa diterima,” katanya.

Sutisna menjelaskan, saat ini jumlah SMA Negeri di Kabupaten Bekasi masih sekitar 50 sekolah. Sebaran sekolah pun belum merata. Kecamatan Tambun Selatan menjadi wilayah dengan sekolah negeri terbanyak, yakni 11 sekolah yang terdiri atas SMAN 1 hingga SMAN 10 serta satu SMKN.

Sementara di wilayah lain jumlahnya masih terbatas, seperti Cikarang Utara empat sekolah, Cibitung dua sekolah, Cikarang Pusat dua sekolah, dan Bojongmangu satu sekolah.

Menurutnya, penambahan unit sekolah baru menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan daya tampung tersebut. Namun, Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih menghadapi keterbatasan anggaran, terutama untuk pengadaan lahan.

“Kami mengusulkan pembangunan sekolah baru berdasarkan aspirasi masyarakat. Untuk lahannya kami juga meminta dukungan melalui fasos dan fasum dari pemerintah kabupaten. Rencananya tahun ini akan dibangun dua sekolah baru,” ungkapnya.

Ia berharap masyarakat dan tokoh-tokoh daerah turut mengusulkan pembangunan unit sekolah baru kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar kebutuhan pendidikan di Kabupaten Bekasi dapat terpenuhi.

Baca Juga:Data Pemilih Pilkades di Kabupaten Bekasi di Kejar Validasi, Calon Kepala Desa Ayo Segera Siapkan StrategiMasuk Musim Kemarau BPBD Karawang Salurkan 55.000 Liter Air Bersih untuk Bantu Warga Terdampak Kekeringan

“Kami dari KCD hanya menindaklanjuti usulan masyarakat. Karena itu kami terus menyampaikan kepada masyarakat agar bersama-sama mengajukan pembukaan unit sekolah baru,” imbuhnya.

0 Komentar