KBEonline.id – Sakit kepala itu umum, tapi penyebabnya berbeda, ada yang karena stres dan tegang otot (tension-type), ada pula migrain yang biasanya sebelah dan disertai gejala lain.
Kenali bedanya supaya tahu kapan cukup istirahat dan kapan perlu ke dokter atau obati lebih spesifik.
1. Lokasi Nyeri
– Tension-type: Nyeri biasanya terasa di kedua sisi kepala atau terasa seperti pita ketat mengelilingi kepala.
Baca Juga:Sering Lemas dan Pucat? Kenali Gejala Kurang Darah dan Makanan Penambah Darah yang Bisa Bantu CepatBangun, Teguk, Segar! Manfaat Minum Air Hangat Saat Perut Kosong untuk Detoks Tubuh
– Migrain: Sering terasa pada satu sisi saja (sebelah), meski kadang bisa berpindah sisi.
2. Karakter Nyeri
– Tension-type: Rasa tumpul, tekan, atau ketat; intensitas ringan sampai sedang.
– Migrain: Rasa berdenyut atau seperti ditusuk; intensitas sering sedang sampai sangat parah dan mengganggu aktivitas.
3. Durasi Serangan
– Tension-type: Bisa berlangsung 30 menit sampai beberapa hari.
– Migrain: Umumnya 4–72 jam jika tidak diobati.
4. Gejala Penyerta (Mual, Muntah, Sensitivitas)
– Tension-type: Biasanya tidak ada mual atau muntah; sensitivitas terhadap cahaya/suara mungkin ringan atau tidak ada.
– Migrain: Sering disertai mual, muntah, dan sensitivitas kuat terhadap cahaya (fotofobia) atau suara (fonofobia). Banyak penderita memilih berbaring di ruangan gelap.
5. Pemicu Biasa
– Tension-type: Stres emosional, postur yang buruk (duduk lama), tegang leher/bahu, kurang tidur.
– Migrain: Bisa dipicu stres juga, tapi sering ada pemicu lain seperti hormon (wanita siklus menstruasi), makanan tertentu, alkohol, perubahan tidur, dan rangsangan sensorik (lampu terang, bau menyengat).
6. Aura atau Tanda Pendahulu (Prodromal Signs)
– Tension-type: Jarang ada aura.
Baca Juga:Bukan Cuma Haus, 9 Gejala Dehidrasi Ringan yang Sering Diabaikan Saat Kerja Sepanjang Hari di Ruang ACMata Lelah Tiap Sore? 12 Tips Simpel Biar Mata Lebih Sehat Meski Kerja 8 Jam Lebih
– Migrain: Sebagian orang mengalami aura (gangguan visual seperti kilatan cahaya, garis zigzag, atau kehilangan penglihatan sebagian) sebelum sakit kepala muncul.
7. Respons terhadap Obat Sederhana
– Tension-type: Sering membaik dengan istirahat, relaksasi, kompres hangat di leher, dan analgesik OTC (parasetamol atau ibuprofen).
– Migrain: Analgesik biasa kadang kurang efektif; obat khusus migrain (triptan) atau kombinasi analgesik + anti-mual mungkin diperlukan. Istirahat di ruangan gelap sering membantu.
8. Pemeriksaan Fisik dan Ketika Perlu Waspada
– Tension-type: Pemeriksaan biasanya normal; otot leher bahu bisa terasa kencang.
– Migrain: Pemeriksaan neurologis sering normal juga, kecuali saat aura. Segera cari perawatan medis jika sakit kepala muncul tiba-tiba sangat hebat, disertai demam tinggi, kekakuan leher, kebingungan, gangguan bicara, atau kelemahan itu tanda darurat.
