KARAWANG, KBEonline.id – Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Sosial (Dinsos) terus mematangkan persiapan pembangunan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya peningkatan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Saat ini, program tersebut telah memasuki tahap pengadaan lahan dan ditargetkan dapat rampung pada bulan ini.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kabupaten Karawang, Marwah, menjelaskan bahwa berdasarkan standar dari Kementerian Sosial, kebutuhan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat semula ditetapkan seluas lima hektare. Namun dalam perkembangannya, kebutuhan tersebut disesuaikan menjadi tujuh hektare.
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Karawang sebelumnya telah mengacu pada standar awal lima hektare dalam menentukan lokasi pembangunan. Oleh karena itu, lokasi Sekolah Rakyat tetap direncanakan berada di wilayah Kecamatan Tegalwaru.
Baca Juga:Jelang Musim Kemarau, DLH Karawang Perkuat Fire Break untuk Cegah Kebakaran di TPA JalupangPilu, Remaja 15 Tahun di Sampang Digilir 27 Orang Hingga Alami Trauma Berat
Menurut Marwah, di Kecamatan Tegalwaru pemerintah daerah memiliki lahan seluas 3,8 hektare yang dinilai memungkinkan untuk digunakan sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. Untuk memenuhi kebutuhan lahan tahap awal seluas lima hektare, kekurangan sekitar 1,2 hektare akan dipenuhi melalui pengadaan lahan dengan membeli lahan milik warga.
“Pemda tetap memutuskan untuk membangun Sekolah Rakyat di lokasi rencana awal di Kecamatan Tegalwaru. Karena setelah berkonsultasi dengan Kementerian Sosial, pemenuhan tambahan dua hektare untuk mencapai total tujuh hektare dapat dilakukan secara bertahap sambil proses pembangunan berjalan,” jelasnya, Kamis (9/7).
Marwah menerangkan bahwa total kebutuhan lahan seluas tujuh hektare tersebut terdiri atas lima hektare untuk pembangunan bangunan utama Sekolah Rakyat dan dua hektare untuk sarana penunjang.
“Lahan tambahan seluas dua hektare direncanakan untuk mendukung fasilitas penunjang, seperti sarana olahraga dan tempat ibadah,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa anggaran pengadaan lahan Sekolah Rakyat bersumber dari Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Karawang. Sementara itu, penyediaan sarana dan prasarana pendidikan serta sumber daya manusia akan menjadi dukungan dari Kementerian Sosial dan Kementrian Pekerjaan Umum.
Pemerintah Kabupaten Karawang menargetkan proses pengadaan lahan dapat diselesaikan pada bulan ini. Target tersebut ditetapkan agar pembangunan Sekolah Rakyat dapat direalisasikan pada tahap ketiga pembangunan yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.
