KARAWANG, KBEOnline.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jalupang menjelang musim kemarau. Penguatan dilakukan melalui optimalisasi fire break sebagai bagian dari sistem pencegahan kebakaran.
Kepala Bidang Kebersihan DLH Kabupaten Karawang, Willy, menjelaskan bahwa musim kemarau memiliki karakteristik cuaca yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran di area timbunan sampah.
“Suhu udara yang tinggi, kelembapan yang rendah, dan hembusan angin yang cukup kencang menjadi faktor yang perlu diwaspadai karena dapat memicu munculnya titik panas di TPA,” ujarnya, Kamis (9/7).
Baca Juga:Pilu, Remaja 15 Tahun di Sampang Digilir 27 Orang Hingga Alami Trauma BeratKembali Melonjak! Harga Emas Antam Terbaru Hari Jumat, 10 Juli 2026: Naik Rp17.000 per Gram, Berapa Buybackny?
Menurutnya, DLH telah menyusun langkah-langkah antisipatif agar potensi kebakaran dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin sebelum berkembang menjadi kejadian yang lebih besar.
Salah satu langkah utama yang diterapkan adalah pemadatan timbunan sampah setiap hari menggunakan alat berat, kemudian menutupnya dengan tanah atau material penutup lainnya. Langkah ini bertujuan membatasi kontak langsung sampah dengan udara, mengurangi pembentukan titik panas, serta menekan pelepasan gas metana.
“Penerapan metode ini menjadi strategi penting dalam pengelolaan TPA karena mampu membantu menjaga stabilitas timbunan sampah dan menurunkan potensi terjadinya kebakaran,” jelasnya.
Selain pengelolaan timbunan sampah, DLH juga melakukan penyiraman rutin pada area yang berpotensi mengalami peningkatan suhu. Penyiraman dilaksanakan tiga kali sehari, yaitu pada pagi, siang, dan sore hari, untuk menjaga kelembapan dan mengurangi kemungkinan munculnya titik api.
“Petugas lapangan juga melaksanakan patroli berkala guna memantau adanya titik panas, asap, atau indikasi awal kebakaran. Pemantauan ini dilakukan secara intensif agar respons penanganan dapat dilakukan secara cepat apabila ditemukan kondisi yang berpotensi membahayakan,” paparnya.
Ia mengatakan, pihaknya juga menerapkan pembangunan sekat bakar atau fire break di kawasan TPA Jalupang sebagai bagian dari strategi mitigasi kebakaran. Sekat tersebut berfungsi sebagai area pembatas yang dirancang untuk menghambat penyebaran api apabila terjadi kebakaran pada salah satu titik timbunan sampah, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan terfokus.
