Contohnya:
– “Ceritakan kelemahan Anda.”
Pilih kelemahan yang memang sedang kamu perbaiki, lalu jelaskan langkah yang sudah dilakukan untuk mengatasinya.
– “Mengapa kami harus merekrut Anda?”
Jelaskan kemampuan, pengalaman, dan nilai tambah yang benar-benar kamu miliki serta relevan dengan kebutuhan perusahaan.
– “Mengapa ingin keluar dari pekerjaan sebelumnya?”
Hindari menjelekkan perusahaan atau atasan lama. Fokuslah pada alasan yang profesional, seperti mencari tantangan baru atau peluang pengembangan karier.
Baca Juga:CV Sering Ditolak Sebelum Dibaca? Cara Membuat CV yang Disukai HRD, Hindari 5 Kesalahan Fatal IniBingung Pilih SMA atau SMK? Mana yang Lebih Cepat Dapat Kerja, Ini Pertimbangan yang Wajib Diketahui
7. Perhatikan bahasa tubuh
Duduk dengan posisi tegak, lakukan kontak mata dengan kamera, dan berikan senyum yang natural.
Bahasa tubuh yang positif dapat menunjukkan bahwa kamu percaya diri dan antusias mengikuti wawancara.
8. Siapkan pertanyaan untuk HRD
Di akhir wawancara, pewawancara biasanya akan bertanya, “Apakah ada yang ingin ditanyakan?”
Manfaatkan kesempatan ini untuk menanyakan hal-hal yang relevan, seperti deskripsi pekerjaan, program pelatihan, budaya kerja, atau tahapan rekrutmen selanjutnya.
Ini menunjukkan bahwa kamu benar-benar tertarik dengan posisi tersebut.
Tips agar wawancara online berjalan lancar
– Masuk ke ruang meeting sekitar 10–15 menit sebelum jadwal.
– Aktifkan mode senyap pada ponsel agar tidak terganggu notifikasi.
– Siapkan CV dan catatan penting di dekat Anda.
– Berbicara dengan suara yang jelas dan tidak terlalu cepat.
– Tetap tenang jika terjadi kendala teknis, lalu sampaikan dengan sopan kepada pewawancara.
Kesalahan yang sering dilakukan pelamar
– Terlambat masuk ke ruang wawancara.
– Tidak mencari informasi mengenai perusahaan.
– Menghafal jawaban sehingga terdengar kaku.
– Berbicara terlalu pelan atau terlalu cepat.
– Menjelekkan perusahaan atau atasan sebelumnya.
– Tidak memperhatikan ekspresi dan bahasa tubuh selama wawancara.
Wawancara kerja online bukan hanya menguji kemampuan menjawab pertanyaan, tetapi juga menilai kesiapan, komunikasi, dan profesionalisme kandidat.
Baca Juga:Besok Senin Masuk Sekolah Lagi? Ini 7 Cara Mengembalikan Jam Tidur Anak Setelah Libur PanjangNilai Anak Tiba-Tiba Turun? Jangan Langsung Dimarahi, Orang Tua Perlu Cek 7 Hal Ini Dulu
Dengan mempersiapkan perangkat, memahami profil perusahaan, serta menjawab pertanyaan secara jujur dan terstruktur, peluang untuk memberikan kesan positif kepada HRD akan semakin besar.
Ingat, pertanyaan yang terdengar sulit bukan bertujuan menjatuhkan pelamar, melainkan membantu perusahaan mengenal karakter dan cara berpikir kamu lebih dalam. (Vionisya Citra)
