Pendapatan mereka pun tidak menentu karena sebagian besar menggunakan sistem bagi hasil. Saat pengunjung ramai, mereka masih bisa membawa pulang ratusan ribu rupiah. Namun ketika hujan turun berhari-hari, penghasilan mereka bisa hilang sama sekali.
Ironi di Ujung Senja Pasar Malam
Di banyak daerah, salah satu sumber pemasukan terbesar pasar malam kini justru berasal dari permainan ketangkasan berhadiah.
Permainan lempar gelang atau berbagai permainan sejenis memang menawarkan hadiah berupa barang, tetapi banyak pihak menilai sistemnya menyerupai perjudian karena memanfaatkan harapan pengunjung untuk mendapatkan hadiah dengan modal kecil.
Baca Juga:Petang Mencekam di Pantura Bekasi! Si Jago Merah Luluhlantakkan Permukiman WargaLionel Messi Cetak Dua Assist! Argentina Bangkit dan Singkirkan Inggris untuk Melaju ke Final Piala Dunia 2026
Ironisnya, perputaran uang dari permainan inilah yang sering kali membantu pengelola membayar biaya operasional, membeli solar untuk genset, dan menjaga wahana tetap berputar.
Sangat menyedihkan melihat bagaimana sebuah hiburan rakyat yang dahulu menjadi simbol kebahagiaan keluarga kini harus bertahan di tengah berbagai keterbatasan dan perubahan zaman.
Menunggu Keajaiban Baru
Pasar malam belum benar-benar mati. Di beberapa daerah, anak-anak masih tertawa saat menaiki komedi putar dan keluarga masih datang untuk menikmati suasana malam.
Namun satu hal tidak bisa dipungkiri: zaman telah berubah. Jika tidak mampu beradaptasi, berinovasi, dan menemukan model bisnis baru, pasar malam perlahan hanya akan menjadi kenangan indah bagi generasi yang pernah tumbuh bersama cahaya biang lala dan suara riuh dari lapangan yang penuh tawa.
