Mengakhiri materinya, Stella mengungkap data konsumsi energi dan air yang masif oleh pusat data AI yang jarang dipublikasikan, di mana pendinginan sistem GPT-4 saja menyerap air bersih setara kebutuhan 1,2 juta penduduk Indonesia.
“Di era AI ini, pertanyaan intinya adalah bagaimana agar pendidikan tinggi tetap berkelanjutan? Kita tidak bisa mengatur perkembangan AI, tetapi kita bisa mengatur perkembangan diri kita sendiri di universitas agar tidak tergantikan,” pungkasnya.(aufa)
