Disperindagkop UKM Karawang dan My Outlet Gelar Mentorship 360, Dorong Digitalisasi 130 Pelaku Usaha

Mentorship 360
Disperindagkop UKM Karawang dan My Outlet Gelar Mentorship 360, Dorong Digitalisasi 130 Pelaku Usaha. (Kbeonline.id)
0 Komentar

KARAWANG, KBEONLINE.ID — Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Karawang bergandengan tangan dengan My Outlet menggelar program Mentorship 360 di Aula Kelurahan Nagasari, Rabu (29/7/2026). Langkah strategis ini bertujuaan memperkuat kapasitas dan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal di era digital.

Sebanyak 130 pelaku UMKM dari 10 kecamatan meliputi Tegalwaru, Pangkalan, Telukjambe Barat, Telukjambe Timur, Karawang Barat, Karawang Timur, Klari, Ciampel, Majalaya, hingga Purwasari turut serta dalam pelatihan tersebut. Jumlah ini melampaui target awal panitia yang mulanya hanya mematok 100 peserta.

Selama kegiatan, para pelaku usaha dibekali materi krusial mengenai manajemen keuangan, penyusunan Business Model Canvas (BMC), legalitas usaha, hingga formulasi strategi pemasaran modern.

Baca Juga:Perkuat Mindset dan Strategi Bisnis, 50 Pelaku UMKM di Kutawaluya Ikuti Pendampingan Mentorship 2026Jadwal Layanan SIM Keliling di Bekasi Hari Ini 4 Agustus 2026, Cek Lokasi dan Syarat Perpanjangannya

Koordinator Daerah Mentorship 360, Idah Farida, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai bentuk pendampingan berkelanjutan agar UMKM di Karawang tidak hanya unggul dari segi keilmuan, tetapi juga memiliki akses jaringan bisnis yang lebih luas.

“Program ini masih menjadi bagian dari rangkaian Mentorship 360 untuk UMKM di Kabupaten Karawang. Kami berkolaborasi dengan My Outlet agar peserta tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga mendapatkan motivasi dan peluang memperluas jaringan usaha,” ujar Idah.

Tidak sekadar membekali teori, agenda ini juga menjadi momentum pengenalan aplikasi My Outlet. Platform berbasis digital tersebut mempermudah UMKM mengelola aktivitas operasional, mulai dari pencatatan transaksi, pembelian bahan baku, manajemen produksi, distribusi, hingga penghitungan otomatis Harga Pokok Penjualan (HPP) dan laporan laba-rugi.

Idah menambahkan, transparansi dan kerapian data keuangan dalam satu sistem terpadu akan membawa UMKM ke level manajemen yang lebih profesional.

“Dengan seluruh aktivitas usaha tercatat dalam satu sistem, pelaku UMKM diharapkan dapat menjalankan bisnisnya dengan lebih tertata dan profesional,” tegasnya.

Brand Owner My Outlet, Vicky Prasetyo, menerangkan bahwa platform tersebut merupakan buah kolaborasi untuk mengakselerasi transformasi digital para pengusaha daerah.

“Program ini kami bangun bersama Mas Riki. Beliau mengembangkan sistem dan modulnya, sementara saya membantu dari sisi strategi pemasaran dan promosi hingga akhirnya menjadi satu perusahaan,” tutur Vicky.

0 Komentar