KBEONLINE.ID, BEKASI – Kekeringan masih menghantui lahan pertanian di wilayah utara Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi. Kondisi tersebut membuat kebutuhan air untuk area persawahan dan masyarakat ikut terganggu. Salah satunya di saluran irigasi BKG 38, Kampung Teluk Bango, Desa Karangharja, yang menjadi salah satu titik dengan pasokan air minim.
Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi mengebut normalisasi saluran irigasi untuk memastikan distribusi air ke area persawahan kembali optimal.
Berdasarkan data infografis bencana kekeringan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi tertanggal 1 September 2026 yang dihimpun Cikarang Ekspres, krisis air bersih di wilayah utara Kabupaten Bekasi, khususnya Kecamatan Pebayuran, tersebar di empat desa.
Baca Juga:Pemkab Karawang Buka Job Fair HUT ke- 393, Bupati Aep Tegaskan Bebas Pungli dan Prioritaskan Warga MiskinEmas Antam Ambruk! Harga Hari Ini Turun Rp40.000 Per Gram, Buybacknya Juga Anjlok
Rinciannya, Desa Karangsegar sebanyak delapan titik, Desa Karangharja delapan titik, Desa Sumberurip lima titik dan Desa Sumberreja empat titik. Total terdapat 25 titik yang terdampak kekeringan dan krisis air bersih.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja turun langsung meninjau progres normalisasi saluran irigasi mulai dari BKG 15 hingga BKG 38 pada Rabu (2/9) pagi. Peninjauan dilakukan bersama Perum Jasa Tirta (PJT), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), serta jajaran dinas terkait.
Asep mengatakan, terdapat perkembangan signifikan dalam dua pekan terakhir. Sejumlah saluran yang sebelumnya dipenuhi eceng gondok kini mulai terbuka, sementara pendalaman saluran dan pembuatan tanggul tengah dikerjakan.
“Saya kunjungan ke BKG 15, eceng gondoknya masih ada sedikit. Ke BKG 17, eceng gondoknya sudah habis,” kata Asep Surya Atmaja kepada Cikarang Ekspres.
Di BKG 20, kata Asep, pekerjaan normalisasi dilakukan dengan memperdalam saluran sekaligus memperkuat tanggul. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas saluran dalam menampung debit air.
“Awalnya dangkal, sekarang sudah mulai dalam. Tujuannya agar air itu bisa mengalir ke BKG 34, 35, 36, 37, 38 yang mana lokasi itu minim air,” ujarnya.
Diketahui, saluran BKG 15-16 berada di Desa Bantarjaya. Saluran BKG 17-25 melintasi area persawahan menuju Desa Karangharja dan Desa Karangsegar. Sedangkan BKG 38 berada di Kampung Teluk Bango, Desa Karangharja, yang merupakan ujung saluran irigasi wilayah utara Kecamatan Pebayuran.
Baca Juga:Rekomendasi 5 HP Gahar 2026, RAM-Baterai Jumbo Siap Temani Kamu Beraktivitas dari Pagi hingga Malam22 Ribu Penerima Bansos di Kabupaten Bekasi Dicoret Gegara Judol
Asep menargetkan normalisasi di kawasan Rancasuar, SS Kedunggede, dapat dituntaskan dalam waktu sekitar satu bulan. Penyelesaian pekerjaan tersebut dinilai penting untuk memperlancar distribusi air hingga wilayah paling ujung saluran.
