Usulan tersebut nantinya akan melalui proses verifikasi dan validasi secara berjenjang, termasuk melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS), sebelum diproses kembali oleh Kementerian Sosial.
“Usulkan saja. Nanti diverifikasi, kemudian hasilnya turun lagi ke Kemensos,” ujar Agus.
Dalam pengajuan pembaruan data secara mandiri, masyarakat perlu menyiapkan sejumlah dokumen dan bukti kondisi tempat tinggal. Di antaranya KTP, Kartu Keluarga (KK), foto tampak depan rumah, kondisi toilet, bagian dalam rumah, serta token atau meteran listrik.
Baca Juga:Wadahi Lintas Profesi, Aliansi PPPK Paruh Waktu Karawang Tempuh Perjuangan Dialogis demi Masa Depan PegawaiJarang Ada yang Tahu? di Tengah KOTA Bekasi Ada Kafe dengan Danau dan Pohon Trembesi Rindang
Agus menekankan pentingnya masyarakat memperbarui data karena kondisi ekonomi seseorang bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu.
Ia mencontohkan pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Seseorang yang sebelumnya memiliki penghasilan dan masuk dalam desil 6 hingga 10 dapat mengalami perubahan kondisi ekonomi setelah kehilangan pekerjaan.
“Misalnya karyawan karena PHK, kondisi ekonominya turun. Jadi harus mengisi kondisi ekonomi saat itu,” ungkapnya.
Selain mengajukan pembaruan, masyarakat juga dapat menggunakan mekanisme sanggah apabila menemukan data yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Salah satu contohnya adalah data kepemilikan kendaraan yang sudah tidak lagi dimiliki oleh seseorang karena telah berpindah tangan.
“Kalau di Cek Bansos ada data yang tidak sesuai, bisa disanggah. Misalnya tertera punya mobil, tetapi mobilnya sudah pindah nama, itu bisa dilaporkan,” tutur Agus.
Ia menambahkan, pemerintah desa melalui Puskesos juga melakukan verifikasi dan validasi ulang secara berkala. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan data masyarakat tetap menggambarkan kondisi terkini.
Baca Juga:Kamu Pasti Belum Tahu? Ternyata Ini Alasan O!SAVE Bisa Jual Barang Sangat MurahMengenal Lebih Dekat Setu : Ternyata Bekasi Punya Gunung, Jalur Adem, Kebun Bambu hingga Kampung Tersembunyi
“Intinya data itu dinamis, tergantung kondisi seseorang. Kalau kondisi ekonominya berubah, datanya juga harus diperbarui,” pungkasnya.
