KBONLINE.ID KARAWANG – Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Karawang mulai mematangkan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2027. Dari estimasi kuota sebanyak 1.807 jemaah, sebanyak 1.783 calon jemaah sementara ini dinyatakan siap dan mulai melakukan proses verifikasi data, Rabu (2/9/2026).
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Karawang, Rojak, mengatakan proses persiapan dilakukan sejak jauh hari, mulai dari verifikasi dan perbaikan data, kesiapan kesehatan, hingga pembekalan manasik haji.
“Estimasi kuota 1.807, untuk diverifikasi dan persiapan. Data sementara yang sudah diverifikasi dan siap sementara ini 1.783 calon jemaah haji,” kata Rojak, Rabu (2/9/2026).
Baca Juga:Desil Tidak Akurat, Ratusan Warga Desa Serang Cikarang Selatan Tidak Dapat Bansos PanganBanyak Warga Karawang Ajukan Perubahan Desil? Dinsos Karawang Sebut Pengajuan Bisa Capai 10 Orang Sehari
Dari 1.783 calon jemaah yang telah diverifikasi tersebut, sebanyak 845 orang merupakan laki-laki dan 938 orang perempuan.
Rojak mengatakan, pihaknya mulai melakukan sosialisasi kepada calon jemaah di sejumlah titik. Sedikitnya terdapat sembilan titik sosialisasi yang disiapkan untuk memberikan informasi sekaligus memastikan kesiapan calon jemaah menghadapi sejumlah tahapan sebelum keberangkatan.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah kesiapan kesehatan. Calon jemaah akan mendapatkan informasi dan pembekalan terkait kondisi kesehatan sebagai bagian dari persiapan menuju tahapan pelunasan biaya haji.
Menurut Rojak, aspek kesehatan akan menjadi perhatian lebih dalam penyelenggaraan haji tahun mendatang. Karena itu, calon jemaah diminta mempersiapkan kondisi fisiknya sejak awal.
Selain kesehatan, pembekalan mengenai manasik haji juga mulai dipersiapkan. Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Karawang akan menggandeng Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk memberikan pendampingan kepada calon jemaah. Saat ini terdapat 17 KBIHU di Karawang yang akan turut membantu memberikan bimbingan manasik kepada calon jemaah.
“Fisik dan bekal manasik haji, ilmu dan lain-lain, agar tidak terlalu kebingungan. Jadi ada bekal manasik yang kuat, baik bimbingan manasik dari kementerian maupun KBIHU,” ujar Rojak.
Tak hanya itu, Kementerian Haji dan Umrah juga menggandeng bank penerima setoran biaya perjalanan ibadah haji. Kerja sama tersebut dilakukan agar calon jemaah mendapatkan informasi seluas-luasnya mengenai persiapan finansial, termasuk menghadapi tahapan pelunasan.
Baca Juga:Wadahi Lintas Profesi, Aliansi PPPK Paruh Waktu Karawang Tempuh Perjuangan Dialogis demi Masa Depan PegawaiJarang Ada yang Tahu? di Tengah KOTA Bekasi Ada Kafe dengan Danau dan Pohon Trembesi Rindang
Hal tersebut dinilai penting karena calon jemaah perlu mempersiapkan dana sejak awal, sehingga tidak mengalami kesulitan ketika waktu pelunasan telah ditetapkan.
