Awas Loyo! 11 Bulan Tak Gajian, Atlet Kabupaten Bekasi Hadapi Porprov dengan Anggaran Rp15 Miliar

Ilustrasi Porprov Kabupaten Bekasi
Efisiensi anggaran pemerintah pusat mulai memukul persiapan kontingen Kabupaten Bekasi menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026. Anggaran olahraga dipangkas, sementara para atlet disebut sudah 11 bulan belum menerima gaji.
0 Komentar

Roy menegaskan, pembayaran gaji atlet menjadi prioritas sebelum pertandingan dimulai. Sebab, para atlet dinilai sudah menjalankan kewajibannya dengan tetap berlatih meski hak mereka belum diterima.

“Gaji sebelum kick off Porprov harus sudah dibayar karena itu hak mereka. Dan kami ingin para atlet bermain dengan tenang dan penuh semangat,” tegasnya.

Besaran hibah tersebut terpaut jauh dibandingkan dukungan Pemkab Bekasi pada Porprov 2022. Saat itu, anggaran yang digelontorkan mencapai lebih dari Rp70 miliar. Dengan dukungan tersebut, kontingen Kabupaten Bekasi berhasil keluar sebagai juara umum untuk kedua kalinya.

Baca Juga:Wanita 19 Tahun di Babelan Tewas Dicekik, Janin 7 Bulan Ikut MeninggalHormati Vonis Ade Kuswara, KPK Buka Pintu Pengembangan Kasus Ijon Proyek Pemkab Bekasi

Kini, dengan kondisi anggaran yang jauh lebih terbatas, KONI Kabupaten Bekasi memilih bersikap realistis. Target juara umum tidak lagi menjadi beban utama. Bertahan di posisi tiga besar menjadi sasaran yang dinilai paling memungkinkan.

Keterbatasan anggaran juga berdampak pada jumlah atlet yang diberangkatkan. Di cabor tinju misalnya, dari 13 atlet binaan, hanya lima atlet yang diproyeksikan berangkat karena dinilai memiliki peluang paling besar meraih medali emas.

“Kalau bicara potensi medali, seluruhnya jaminan medali meski di perak, belum emas. Tapi karena anggarannya terbatas, cuma yang jaminan emas yang berangkat. Sisanya delapan atlet mau tidak mau, karena kondisinya demikian. Cabor lain pun sama,” jelas Roy.

Ketua Umum KONI Kabupaten Bekasi Reza Lutfhi Hasan mengakui keterbatasan anggaran menjadi salah satu tantangan terbesar dalam persiapan Porprov 2026. Meski begitu, pihaknya memastikan seluruh dukungan yang tersedia akan dimaksimalkan untuk kebutuhan kontingen.

“Penambahan anggaran itu juga menjadi multivitamin yang luar biasa buat keberangkatan teman-teman. Apalagi Pak Bupati juga menyampaikan soal bonus yang akan dipersiapkan. Jadi pasti menambah semangat,” kata Reza.

Menurut Reza, besaran anggaran memang berpengaruh terhadap pembinaan dan keberangkatan atlet. Namun, faktor tersebut bukan satu-satunya penentu prestasi karena daerah lain juga menghadapi persoalan serupa akibat efisiensi anggaran.

“Kita tidak akan malu-maluin Kabupaten Bekasi. Pahitnya, target kita di tiga besar harus kita capai. Memang anggaran menentukan, tapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan. Karena semua daerah juga sama,” tegasnya.

0 Komentar