Awas Loyo! 11 Bulan Tak Gajian, Atlet Kabupaten Bekasi Hadapi Porprov dengan Anggaran Rp15 Miliar

Ilustrasi Porprov Kabupaten Bekasi
Efisiensi anggaran pemerintah pusat mulai memukul persiapan kontingen Kabupaten Bekasi menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026. Anggaran olahraga dipangkas, sementara para atlet disebut sudah 11 bulan belum menerima gaji.
0 Komentar

KBEONLINE.ID KABUPATEN BEKASI – Efisiensi anggaran pemerintah pusat mulai memukul persiapan kontingen Kabupaten Bekasi menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026. Anggaran olahraga dipangkas, sementara para atlet disebut sudah 11 bulan belum menerima gaji.

Kondisi tersebut membuat pengurus cabang olahraga (cabor) harus kelimpungan memenuhi kebutuhan para atlet, terutama mereka yang tinggal di asrama. Bahkan, sejumlah pengurus terpaksa menggunakan uang pribadi untuk memastikan kebutuhan makan dan suplemen atlet tetap terpenuhi.

“Sudah 11 bulan mereka gak gajian, tapi kami tetap berusaha dan kami janjikan gaji akan dibayar. Para atlet tetap komitmen berlatih,” ujar Wakil Ketua Umum Bidang Advokasi dan Hukum Keolahragaan KONI Kabupaten Bekasi, Roy Kamarullah, Senin (14/9).

Baca Juga:Wanita 19 Tahun di Babelan Tewas Dicekik, Janin 7 Bulan Ikut MeninggalHormati Vonis Ade Kuswara, KPK Buka Pintu Pengembangan Kasus Ijon Proyek Pemkab Bekasi

Roy yang juga menjabat Ketua Persatuan Tinju Indonesia (Pertina) Kabupaten Bekasi mengatakan, persoalan yang dihadapi bukan sekadar gaji atlet. Kebutuhan operasional sehari-hari seperti makanan, multivitamin dan kebutuhan atlet lainnya juga menjadi beban berat bagi pengurus cabor.

“Karena kan asrama, jadi perlu makan, multivitamin dan kebutuhan lainnya. Jadi akhirnya tidak jarang kami menggunakan kantong pribadi karena ini persoalannya perut orang,” katanya.

Roy menyebut Pertina Kabupaten Bekasi saat ini membina langsung 13 atlet. Para petinju tersebut menjalani latihan setiap hari dan sebagian menempati asrama yang disediakan untuk mendukung proses pembinaan.

“Jadi bukan binaan khusus, tapi binaan asli oleh kami. Setiap hari berlatih dan keperluan sehari-hari kami biayai,” ujarnya.

Namun, kondisi pembinaan mulai terdampak setelah hibah dari Pemerintah Kabupaten Bekasi mengalami pemangkasan. Padahal, menurut Roy, konsistensi pembinaan menjadi salah satu kunci keberhasilan Kabupaten Bekasi dalam mencetak atlet berprestasi hingga tingkat nasional dan internasional.

“Belum bonus juga kan diberikan. Jadi banyak yang memang ingin jadi atlet Kabupaten Bekasi. Tapi sekarang memang kami kesulitan,” ucapnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dukungan anggaran Pemkab Bekasi untuk KONI dalam menghadapi Porprov 2026 hanya sekitar Rp15 miliar. Anggaran tersebut dinilai jauh dari ideal karena harus menopang kebutuhan kontingen, termasuk penyelesaian hak atlet yang tertunda.

0 Komentar