Pada Porprov sebelumnya, Kabupaten Bekasi mampu mengoleksi 138 medali emas dan keluar sebagai juara umum. Capaian tersebut kini menjadi motivasi bagi KONI untuk mempertahankan posisi Kabupaten Bekasi di papan atas meski persiapan dilakukan dengan anggaran terbatas.
Reza mengatakan, persaingan tahun ini juga diprediksi semakin ketat. Selain adanya penambahan nomor pertandingan, sejumlah daerah mulai menunjukkan perkembangan dengan bermunculannya atlet-atlet baru potensial.
“Kita lebih memprioritaskan memberangkatkan cabang olahraga yang punya potensi mendapatkan medali emas. Sudah kita inventarisir, ada sekitar 49 cabang olahraga yang memiliki potensi medali emas,” ungkapnya.
Baca Juga:Wanita 19 Tahun di Babelan Tewas Dicekik, Janin 7 Bulan Ikut MeninggalHormati Vonis Ade Kuswara, KPK Buka Pintu Pengembangan Kasus Ijon Proyek Pemkab Bekasi
Sementara itu, Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja memastikan Pemkab Bekasi tetap memberikan dukungan meski kemampuan fiskal daerah terbatas. Sebanyak 1.300 atlet, official dan pelatih disiapkan untuk membawa nama Kabupaten Bekasi dalam ajang olahraga tingkat Jawa Barat tersebut.
“Kita sudah menyiapkan 1.300 atlet berikut official dan pelatih. Memang anggaran kita sangat minim, sekitar Rp15 miliar, tetapi mudah-mudahan anggaran itu bisa mendukung perjuangan atlet kita,” ujar Asep.
Asep menyebut keterbatasan anggaran tidak hanya dialami Kabupaten Bekasi. Sejumlah daerah peserta Porprov juga menghadapi persoalan serupa akibat penyesuaian dan pengurangan anggaran pemerintah.
Meski demikian, ia meminta para atlet tidak menjadikan keterbatasan anggaran sebagai alasan untuk kehilangan semangat. Apalagi, Kabupaten Bekasi memiliki catatan prestasi sebagai juara umum dengan torehan 138 medali emas pada Porprov sebelumnya.
“Semoga dengan Rp15 miliar ini, atlet-atlet yang dulu mendapatkan 138 medali emas tetap bisa mempertahankan prestasinya. Sekarang semangat saja, bertanding dan berjuang. Kalau bonus nanti kita pikirkan,” pungkasnya. (Iky)
