Purwakarta Punya Kampung yang Isinya Ribuan Sate, Simak Penjelasan Lengkapnya!

Kampung Maranggi Plered
Kampung Maranggi Plered
0 Komentar

KBEONLINE.ID PURWAKARTA – Kabupaten Purwakarta punya destinasi kuliner yang cukup unik. Di kawasan Plered, terdapat Kampung Maranggi yang dikenal sebagai salah satu sentra kuliner khas daerah tersebut. Sepanjang kawasan ini, pengunjung dapat menemukan deretan pedagang yang menyajikan sate maranggi dengan aroma bakaran yang langsung menggoda sejak memasuki area.

Kampung Maranggi Plered bukan sekadar tempat makan biasa. Kawasan tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana kuliner khas daerah dapat berkembang menjadi daya tarik wisata tersendiri. Pengunjung yang datang tidak hanya bisa menikmati sate maranggi, tetapi juga merasakan suasana sentra kuliner yang lekat dengan aktivitas masyarakat dan tradisi kuliner Purwakarta.

Kampung yang Dipenuhi Aroma Sate Maranggi

Hal yang membuat Kampung Maranggi menarik adalah keberadaan banyak lapak yang menawarkan menu utama berupa sate maranggi. Aktivitas pembakaran sate menjadi pemandangan yang mudah dijumpai di kawasan tersebut. Daging yang sudah dibumbui kemudian dibakar di atas bara hingga mengeluarkan aroma khas yang menjadi daya tarik bagi pengunjung.

Baca Juga:Saung Siswara Purwakarta Tempat Makan Murah di Tengah Sawah dengan Pemandangan Sungai Jernih5 Rekomendasi Minuman Matcha Ube di Karawang, Perpaduan Matcha dan Ube yang Lagi Digemari

Sate maranggi sendiri memiliki karakter berbeda dibandingkan sate pada umumnya. Daging terlebih dahulu melalui proses marinasi dengan racikan bumbu sehingga cita rasanya sudah meresap sebelum dibakar. Karena bumbu telah menyatu dengan daging, sate maranggi umumnya dapat dinikmati tanpa siraman saus kacang seperti sate yang banyak ditemui di daerah lain.

Bumbu Meresap Sebelum Dibakar

Rahasia cita rasa sate maranggi terletak pada proses pengolahan daging sebelum masuk ke pembakaran. Daging sapi atau kambing dipotong sesuai ukuran kemudian direndam menggunakan racikan bumbu dan rempah. Bumbu tersebut menjadi bagian penting yang membuat rasa gurih, manis dan rempah terasa hingga ke bagian dalam daging.

Setelah proses marinasi, potongan daging ditusuk dan dibakar menggunakan bara arang. Proses pembakaran inilah yang kemudian menghasilkan aroma smokey sekaligus memberikan karakter tersendiri pada sate. Ketika matang, sate biasanya disajikan bersama pelengkap seperti sambal tomat, irisan bawang merah, cabai rawit dan nasi hangat.

Bukan Sate Biasa, Ada Cita Rasa Khas Purwakarta

Sate maranggi telah menjadi salah satu identitas kuliner yang melekat dengan Purwakarta. Keunikannya bukan hanya terletak pada jenis daging yang digunakan, tetapi juga pada cara membumbui daging sebelum dibakar. Berbeda dengan sate yang mengandalkan saus sebagai sumber rasa utama, sate maranggi justru mengandalkan bumbu yang telah meresap sejak awal.

0 Komentar