KBEONLINE.ID KABUPATEN BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi masih harus memburu Rp1,16 triliun penerimaan pajak daerah hingga akhir tahun 2026. Pasalnya, dari target Rp3,81 triliun, realisasi hingga pertengahan September baru mencapai Rp2,65 triliun atau 69,53 persen. Angka tersebut membuat pemerintah daerah setempat melalui Bapenda memacu penerimaan dalam sisa waktu tahun anggaran tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja tak mau penerimaan pajak daerah hanya berhenti di angka capaian sementara. Dari target Rp3,8 triliun tahun ini, realisasi pajak Kabupaten Bekasi baru mencapai Rp2,65 triliun.
Asep pun meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus menggeber penerimaan hingga mendekati target maksimal. Bahkan, capaian 95 persen dari target dinilai harus bisa dikejar sebelum tutup tahun.
Baca Juga:Jajanan Viral dan Harganya Murah di Karawang: Lumpia Beef dengan Topping Saus BeragamKabar Baik Warga Bekasi MRI di RSUD Kabupaten Bekasi Kini Bisa Ditanggung BPJS
“Target pajak dari Bapenda sampai akhir tahun Rp3,8 triliun. Sekarang sudah terealisasi Rp2,6 triliun,” kata Asep Surya Atmaja kepada Cikarang Ekspres, Selasa (15/9).
Menurut Asep, Kepala Bapenda Kabupaten Bekasi Iwan Ridwan telah menyampaikan optimisme penerimaan pajak bisa mencapai 90 persen. Namun, angka tersebut masih ingin didorong lebih tinggi.
“Insyaallah bisa mencapai target 90 persen. Berusaha 100 persen,” ujarnya.
Asep berkaca pada capaian tahun sebelumnya. Saat itu, dari target sekitar Rp3,6 triliun, realisasi penerimaan pajak berada di angka 88 persen.
Karena itu, ia menegaskan target 100 persen tetap harus menjadi patokan. Jika belum mampu mencapai angka tersebut, minimal realisasi harus ditekan setinggi mungkin.
“Walaupun nanti di angka misalnya saya maksimalkan di 95 persen, Pak, harus dapat. Ini dari pajak sudah bagus, kayaknya mendekati target,” tegasnya.
Namun, perhatian Asep tidak hanya tertuju pada sektor pajak. Setelah melihat capaian Bapenda, ia mengalihkan perhatian kepada sumber pendapatan lain, yakni retribusi daerah.
Asep menyebut terdapat 16 dinas penghasil yang akan dievaluasi. Pemkab Bekasi ingin mengetahui potensi sekaligus kendala yang membuat penerimaan retribusi belum maksimal.
Baca Juga:Juara Bertahan Porprov Kabupaten Bekasi Diuji, Anggarannya Kini Cuma Rp20 MiliarKSP Dudung Abdurachman Puji Karawang, Penyandang Disabilitas Disebut Tak Lagi Dibeda-bedakan
“Tinggal apa? Tinggal dinas-dinas yang retribusi. Ada 16 dinas,” katanya.
Evaluasi tersebut dinilai penting karena peningkatan pendapatan daerah berkaitan langsung dengan kemampuan pemerintah membiayai kebutuhan masyarakat. Asep mencontohkan sektor kesehatan yang membutuhkan dukungan anggaran besar.
