Tuliskan aktivitas yang benar-benar pernah dilakukan. Jangan menciptakan pengalaman atau pencapaian hanya untuk membuat CV terlihat lebih kuat.
6. Jelaskan Keterampilan dengan Bukti
Bagian keahlian sebaiknya tidak hanya berisi daftar nama aplikasi atau kemampuan.
Jika mencantumkan Microsoft Excel, misalnya, jelaskan penggunaannya melalui pengalaman, proyek, atau tugas yang pernah dikerjakan.
Contoh keterampilan yang bisa ditulis:
Baca Juga:12 Cara Menghemat Pengeluaran Rumah Tangga Tanpa Mengurangi Kebutuhan Utama, No 11 Sering Tak Disadari12 Cara Membuat Es Teh yang Segar, Manisnya Pas dan Tidak Hambar, Rahasianya Ada di Takaran!
– Microsoft Excel untuk pengolahan dan rekap data.- Canva untuk membuat materi visual.- Penulisan artikel dan penyuntingan naskah.- Pengelolaan media sosial.- Komunikasi dan koordinasi tim.
Pilih keterampilan yang relevan dengan lowongan. Semakin spesifik konteks penggunaannya, semakin mudah rekruter memahami kemampuan tersebut.
7. Gunakan Kata Kunci dari Deskripsi Lowongan
Perusahaan yang menggunakan ATS dapat memproses informasi berdasarkan sejumlah kriteria, termasuk kata kunci yang berkaitan dengan posisi pekerjaan.
Karena itu, perhatikan istilah yang digunakan dalam deskripsi lowongan. Jika perusahaan mencari kandidat dengan kemampuan “input data”, “administrasi dokumen”, atau “Microsoft Excel”, gunakan istilah tersebut secara alami apabila memang sesuai dengan pengalaman.
Jangan memasukkan kata kunci secara berlebihan atau mencantumkan kemampuan yang sebenarnya tidak dikuasai.
Kata kunci sebaiknya ditempatkan pada bagian yang relevan, seperti ringkasan profil, pengalaman kerja, proyek, dan daftar keahlian.
8. Tulis Pengalaman Menggunakan Kata Kerja Aktif
Deskripsi pengalaman akan lebih mudah dipahami jika dimulai dengan kata kerja yang menjelaskan tindakan.
Beberapa kata yang dapat digunakan antara lain:
Baca Juga:15 Ide Jualan Makanan Kekinian yang Bisa Dimulai dari Rumah di Setu Kabupaten Bekasi, No 14 Bisa Modal Minim!13 Cara Mengatasi HP yang Sering Restart Sendiri, Jangan Langsung Panik atau Beli Baru!
– Menyusun.- Mengelola.- Membantu.- Menganalisis.- Mengedit.- Membuat.- Mengembangkan.- Mengkoordinasikan.
Sebagai contoh, daripada menulis “bertanggung jawab terhadap media sosial”, pelamar dapat menjelaskan tugasnya secara lebih konkret.
Menyusun ide konten, membuat materi carousel, dan membantu memperbarui informasi pada akun media sosial.
Gunakan uraian yang sesuai dengan pekerjaan sebenarnya. Jika memiliki hasil yang dapat diukur, angka tersebut dapat dicantumkan untuk memberikan konteks tambahan.
9. Cantumkan Pencapaian yang Relevan dan Terukur
Pencapaian dapat membuat CV lebih informatif, terutama jika menunjukkan dampak dari pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan.
