Pemdes Wajib Kunjungi Sekolah di Sleman untuk Belajar Program Ketahanan Pangan dari 500 Galon Bekas

Galon Media Tanam
Program ketahanan pangan berbasis lingkungan di SD Purwosari, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menjadi contoh inovasi pembelajaran yang mengajak siswa mengenal dunia pertanian sejak dini. Melalui pemanfaatan sekitar 500 galon bekas, sekolah mengembangkan kegiatan bercocok tanam yang dipadukan dengan pengolahan sampah organik, budidaya ikan, dan pembelajaran lintas mata pelajaran.
0 Komentar

Program Ketahanan Pangan Sekolah Menguatkan Karakter Siswa

Selain memberikan pengalaman mengenai pertanian dan lingkungan, kegiatan di SD Purwosari diarahkan untuk mengembangkan karakter siswa. Keterlibatan langsung dalam pengelolaan kapling kelas dan jadwal perawatan tanaman memberikan ruang bagi siswa untuk berlatih bertanggung jawab terhadap tugas yang telah dibagi.

Kegiatan bersama tersebut juga menjadi sarana untuk membangun kerja sama, kejujuran, dan rasa memiliki terhadap lingkungan sekolah. Aktivitas di luar kelas mendorong siswa berinteraksi secara langsung dengan teman dan lingkungan sekitar, sekaligus menghadirkan alternatif kegiatan yang tidak berpusat pada penggunaan gadget.

Pemdes Bisa Belajar dari Inovasi Pertanian Berbasis Sekolah

Pengalaman SD Purwosari memperlihatkan salah satu pendekatan yang dapat dipelajari dalam pengembangan program ketahanan pangan berbasis lingkungan. Pemanfaatan galon bekas, kompos organik, dan keterlibatan siswa menjadi unsur yang dapat dipertimbangkan oleh pemerintah desa maupun sekolah yang ingin memulai kegiatan serupa.

Baca Juga:Rekomendasi Tempat Nongkrong di Cibitung: Kopi Kalean Kebon Jati Mirip Kaya Puncak BogorNusa Indah Batu Gede Subang: Wisata Murah Rp5.000 dengan Kolam Mata Air dan Sungai Jernih

Bagi pemerintah desa, kunjungan pembelajaran ke sekolah dapat menjadi kesempatan untuk mengamati pengelolaan program secara langsung, mulai dari pemanfaatan bahan lokal hingga pembagian tanggung jawab. Namun, penerapan program di setiap wilayah perlu disesuaikan dengan kondisi lahan, sumber daya, pendampingan, dan kebutuhan masyarakat setempat.

Program ketahanan pangan berbasis sekolah juga menunjukkan bahwa kegiatan pendidikan lingkungan dapat dikembangkan melalui kolaborasi antara sekolah, siswa, keluarga, dan pemerintah desa. Dengan memanfaatkan potensi lokal secara terencana, kegiatan pertanian dapat menjadi bagian dari proses belajar sekaligus sarana mengenalkan pengelolaan pangan dan lingkungan sejak usia sekolah dasar.

0 Komentar