KBEonline.id- Ada pemandangan tak biasa di Jalan Gabus Raya, Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara. Sebuah ornamen portabel berbentuk pesilat yang tengah memperagakan tarian Ujungan Bekasi berdiri di tengah ruang publik dan bergerak saat diterpa angin.
Ornamen tersebut dibuat menggunakan rangka besi berwarna putih dengan lambang Kabupaten Bekasi di bagian bawah. Kehadirannya pun menarik perhatian warga maupun pengguna jalan yang melintas.
Ketua Pemangku Seni Budaya Bekasi (PANGSI), Drahim Sada, mengatakan ornamen tersebut memang sengaja dirancang portabel agar dapat dipindahkan ke berbagai lokasi yang menjadi pusat keramaian.
Baca Juga:SIAP- SIAP, Pemkab Karawang Fasilitasi Penarik Becak Lansia, 220 Warga Karawang Ikuti Pelatihan Becak ListrikRehab Jalan Tak Kunjung Usai, Debu Pekat dan Jalan Bergelombang di Arteri Galuh Mas Ancam Kesehatan Warga
Menurutnya, keberadaan ornamen itu menjadi salah satu cara untuk mengenalkan Ujungan Bekasi kepada masyarakat secara lebih luas, sekaligus membawa kesenian tradisional tersebut hadir di ruang-ruang publik.
“Tujuan kita buat ornamen ini sebenarnya pada dasarnya untuk sosialisasi tentang Ujungan. Ornamen ini sebenarnya bisa kita pindah-pindah, bisa kita bawa ke tempat-tempat khalayak ramai, di bazar, tempat-tempat umum, khususnya yang ada di Kabupaten Bekasi,” ujar Drahim saat dikonfirmasi Cikarang Ekspres, Kamis (24/9).
Drahim menjelaskan, pembuatan instalasi seni tersebut membutuhkan waktu sekitar satu minggu dengan biaya kurang lebih Rp3,5 juta.
Ornamen Ujungan Bekasi itu dibuat khusus untuk menyemarakkan Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76 sekaligus HUT ke-81 Republik Indonesia.
“Untuk biaya ya kurang lebih sekitar Rp3,5 jutaan, dalam kurang lebih sekitar satu minggu kita buat ini. Yang kita buat di Hari Jadi Kabupaten Bekasi dan HUT RI,” tambahnya.
Drahim berharap pengenalan Ujungan Bekasi melalui ruang publik tidak berhenti pada tingkat daerah maupun nasional. Setelah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia, pihaknya menargetkan kesenian tersebut dapat dikenal hingga mancanegara.
“Kita inginnya lebih lanjut ke tingkat dunia. Setelah menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia, kita ingin Ujungan ini menjadi Warisan Budaya Takbenda Dunia,” tandasnya. (iky)
