Gunung Merapi Luncurkan Guguran Lava 13 Kali Hari Ini 15 April 2026

Gunung Merapi
Update Aktivitas Gunung Merapi Luncurkan Guguran Lava 13 Kali Hari Ini 15 April 2026. (BPPTKG)
0 Komentar

KBEonline.id – Lagi, Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan meluncurkan guguran lava sebanyak 13 kali ke arah Kali Sat atau Putih pada Rabu (15/4/2026). Peristiwa yang terpantau sejak pukul 00.00 hingga 06.00 WIB ini memiliki jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter.

Berdasarkan laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), tercatat 13 kali guguran lava dengan jarak luncur maksimal mencapai 2 kilometer.

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menyampaikan aktivitas vulkanik tersebut terpantau dalam periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB. Selain guguran lava, aktivitas kegempaan juga masih cukup tinggi, yang didominasi oleh gempa guguran sebanyak 51 kejadian.

Baca Juga:Optimis Target PAD, Bapenda Terjun Langsung Gali Pajak Hiburan dan ReklameJadwal dan Daftar Harga Tiket Polytron Indonesia Open 2026, Mulai Rp 40.000

“Teramati 13 kali guguran lava ke arah Kali Sat atau Putih dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter,” ujar Agus dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (15/4/2026).

Secara umum, kondisi cuaca di sekitar Merapi terpantau berawan dengan suhu udara berkisar antara 17,1 hingga 20 derajat celsius. Meski tidak teramati asap kawah, suplai magma disebut masih berlangsung dan berpotensi memicu timbulnya awan panas guguran sewaktu-waktu.

Hingga berita ini diturunkan, status aktivitas Merapi masih berada pada level III (siaga). Meski demikian, BPPTKG mengingatkan adanya potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas di sejumlah aliran sungai yang berhulu di puncak Merapi.

Pada sektor selatan hingga barat daya, potensi bahaya meliputi Sungai Boyong hingga jarak 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer. Sementara itu, di sektor tenggara, potensi bahaya berada di Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer.

BPPTKG memperingatkaan masyarakat untuk tidak beraktivitas di daerah potensi bahaya serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman lahar, terutama saat terjadi hujan di kawasan Merapi. Selain itu, warga diminta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya,” kata Agus.

Pihak berwenang menegaskan akan terus memantau perkembangan aktivitas Merapi dan segera melakukan peninjauan ulang status jika terjadi peningkatan signifikan. (bbs/ihm/br1)

0 Komentar