Bupati Karawang Aep Syaepuloh Tekankan Integritas Kepala Sekolah, Disdik Pastikan Seleksi Transparan

Pelantikan Kepala Sekolah SD dan SMP di Plaza Pemkab Karawang.
Pelantikan Kepala Sekolah SD dan SMP di Plaza Pemkab Karawang.
0 Komentar

KBEONLINE.ID KARAWANG — Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menegaskan pentingnya integritas dan profesionalisme dalam pengangkatan kepala sekolah (kepsek) di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang. Hal tersebut disampaikannya dalam rangkaian pelantikan dan promosi jabatan kepala sekolah yang baru.

Aep menyebut, dunia pendidikan menjadi prioritas utama pemerintah daerah, terutama dalam hal peningkatan kesejahteraan dan pembangunan infrastruktur sekolah. Ia menegaskan bahwa peran guru sangat besar dalam membentuk kualitas sumber daya manusia.

“Saya bisa seperti ini karena guru. Maka dari itu, pendidikan menjadi prioritas, baik kesejahteraan maupun pembangunan infrastruktur,” ujar Aep, Jumat (24/4).

Baca Juga:Nasi Darurat Karawang: Gerakan Mahasiswa Menjaga Asa di Tengah KeterbatasanPersib VS Arema! Bojan Bingung Pilih Strater, Marcos Santos Siap Tekan Maung Bandung di Kandang 

Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur pendidikan dilakukan secara bertahap dengan skala prioritas di berbagai daerah pemilihan (dapil). Meski saat ini fokus pembangunan berada di Dapil 2, wilayah lain juga tetap mendapatkan perhatian.

Selain itu, Aep menekankan agar kepala sekolah yang baru dilantik menjaga etika dan tidak melakukan penyimpangan, khususnya dalam pengelolaan anggaran seperti dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Tidak boleh menzalimi guru, semua harus sesuai aturan. Dana BOS harus dikelola dengan baik dan transparan,” tegasnya.

Aep juga memastikan bahwa proses pengangkatan kepala sekolah dilakukan tanpa praktik jual beli jabatan. Ia menegaskan bahwa penunjukan jabatan dilakukan secara murni berdasarkan kompetensi.

“Tidak ada jabatan yang ditukar dengan sesuatu. Semua murni berdasarkan kepercayaan dan kemampuan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Karawang, Wawan Setiawan, menjelaskan bahwa proses seleksi kepala sekolah telah melalui berbagai tahapan ketat sesuai regulasi yang berlaku, termasuk asesmen dan uji kompetensi.

“Semua tahapan sudah dilalui, mulai dari assessment, job fit, hingga seleksi sesuai Permendikbud 2025, sehingga hasilnya terfilter oleh sistem dan kementerian,” ujar Wawan.

Baca Juga:Rekomendasi Touring Terbaik di Jawa Barat! Mulai dari Panas Karawang Tembus ke Tempat Paling Dingin!Jangan Ikut Campur! Ini 6 Hal yang Bikin Toddler Mudah Emosi

Ia menyebutkan, total pelantikan kepala sekolah mencapai 200 orang, terdiri dari 199 promosi dan satu rotasi susulan. Rinciannya meliputi 9 kepala SMP dan 190 kepala SD yang berasal dari berbagai jenjang guru.

Menurut Wawan, meskipun kebutuhan kepala sekolah secara umum telah terpenuhi, masih terdapat dinamika di lapangan, seperti adanya pejabat yang pensiun atau terkendala masalah administratif.

0 Komentar