KBEonline.id, BEKASI – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM takjiah ke rumah duka Karyawati KompasTV, Nur Ainia Eka Rahmadhynna (Ain) korban kecelakaan tabrakan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line Cikarang di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4/2026).
Ia menyampaikan belasungkawa mendalam atas peristiwa tersebut. “Saya menyampaikan duka yang mendalam. Semoga ini adalah peristiwa terakhir. Mungkin akhirnya seluruh kelalaian kita dalam melakukan penataan infrastruktur lalu lintas darat, laut, dan udara harus segera dibenahi.” kata KDM kepada wartawan disela-sela kunjungannya di Tambun Selatan.
Dia menyebut korban sebagian besar merupakan warga Jawa Barat, khususnya Bekasi. Namun, banyak di antaranya dimakamkan di kampung halaman masing-masing.
Baca Juga:Rekomendasi Tujuh HP Premium Harga Makin Murah di 2026, Spek Masih Kenceng Nggak Bikin Kantong JebolKDM Minta Perlintasan Liar Kereta Api di Jabar Ditertibkan
“Ya, pertama kan warganya memang statusnya warga Jabar ya, warga Bekasi. Tetapi mereka rata-rata dibawa ke kampung halamannya. Ada yang ke Jawa ya, Jawa Tengah, mungkin Jawa Timur. Tetapi yang baru teridentifikasi, dimakamkan di Bekasi baru dua. Ada guru dan hari ini dari rekan media,” ucapnya.
Menurut KDM, insiden ini harus menjadi momentum evaluasi besar terhadap sistem transportasi nasional. Ia menegaskan komitmennya untuk menindak berbagai persoalan di lapangan.
“Ya tindak saja, kita tindak. Karena bagi saya tidak boleh di Jawa Barat ada orang menguasai sesuatu yang bukan haknya,” imbuhnya
Dedi menyoroti serius persoalan keselamatan di perlintasan sebidang menyusul kecelakaan kereta di Bekasi Timur. Ia menegaskan bahwa pengamanan di palang pintu harus segera diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang.
“Sebenarnya, palang pintu kereta api terkait kecelakaan ya harus segera ada pengamannya, kalau enggak peristiwa seperti (kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur) ini akan terus terjadi,” ujarnya.
KDM menjelaskan, kawasan tersebut merupakan wilayah dengan tingkat kepadatan tinggi. Dalam rencana pembangunan Jawa Barat, lokasi tersebut memang telah masuk dalam agenda pembangunan flyover.
“Yang kedua kan memang daerah itu kan daerah padat dan di rencana pembangunan Jawa Barat memang sudah teralokasikan untuk pembangunan play over,” katanya.
