KDM Minta Perlintasan Liar Kereta Api di Jabar Ditertibkan

KDM Minta Perlintasan Liar Kereta Api di Jabar Ditertibkan.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM Minta Perlintasan Liar Kereta Api di Jabar Ditertibkan. (kbeonline.id)
0 Komentar

BEKASI, KBEonline.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM menyatakan perlunya langkah cepat dalam penataan dan pengamanan seluruh perlintasan sebidang kereta api di wilayah Jawa Barat, baik yang resmi maupun tidak resmi. Hal ini menyusul masih tingginya angka kecelakaan di jalur perlintasan kereta, termasuk yang melibatkan jalur-jalur yang dibangun masyarakat tanpa status resmi PT Kereta Api Indonesia (KAI).

KDM mencontohkan salah satu kejadian di Cirebon, ketika sebuah kendaraan pengangkut air tertabrak kereta api hingga menyebabkan masinis mengalami cacat permanen. Peristiwa tersebut, kata dia, menjadi pelajaran penting agar pengamanan di seluruh jalur perlintasan segera diperketat

“Akhirnya oleh saya waktu itu langsung dibuat pintu lintasan. Nah sekarang ini seluruh pintu lintasan, baik resmi maupun tidak resmi, ya harus segera ada pengamannya. Kalau enggak, peristiwa seperti ini akan terus terjadi,” ucap KDM disela-sela mengunjungi rumah duka korban kecelakaan kereta di Tambun Selatan, Rabu (29/4).

Baca Juga:Jadwal dan Harga Tiket Konser Simple Plan di Indonesia 2026, Paling Murah Rp850 RibuSeluruh Korban Tewas Tabrakan KA di Bekasi Teridentifikasi

Menurut dia, persoalan perlintasan liar sudah menyebar di berbagai daerah di Jawa Barat. Banyak jalan lingkungan yang awalnya bukan perlintasan resmi, kemudian berkembang menjadi akses warga tanpa pengamanan memadai.

“Terutama menyelesaikan pintu lintasan di berbagai tempat. Karena kan dulu lintasan-lintasan resmi, kemudian orang bangun rumahan, banyak orang, bikin jalan. Nah rata-rata kan ada yang dijaga oleh orang, ada yang tidak dijaga. Dan itu nyebar banget di seluruh daerah,” ucapnya.

Selain itu, KDM juga menyampaikan bahwa dalam rencana pembangunan Jawa Barat, sejumlah titik perlintasan padat sudah dialokasikan untuk pembangunan flyover. Namun, keterbatasan fiskal membuat realisasinya dilakukan secara bertahap. Pihaknya pun mengapresiasi perhatian pemerintah pusat, termasuk dukungan pembangunan infrastruktur keselamatan di titik-titik rawan.

“Di rencana pembangunan Jawa Barat, memang sudah teralokasikan untuk pembangunan flyover. Walaupun memang kita bertahap ya, karena kemampuan fiskal kita sangat terbatas sekarang. Tetapi dengan kebijakan kemarin Pak Presiden dibangun flyover, ya kita berucap terima kasih banyak,” katanya.

Terkait korban kecelakaan kereta, KDM menyebut sebagian besar korban merupakan warga Jawa Barat, khususnya Kabupaten Bekasi. Namun, sejumlah jenazah telah dibawa pulang ke kampung halaman masing-masing di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

0 Komentar