KBEONLINE.ID, BEKASI – Tim Disaster Victim Identification (DVI) gabungan Pusdokkes Polri, tim identifikasi dan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia berhasil mengidentifikasi 10 korban meninggal dunia dalam kecelakaan tabrakan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line Cikarang di Stasiun Bekasi Timur.
Proses identifikasi dilaksanakan di Rumah Sakit Bhayangkara TK I Pusdokkes Polri, Selasa (28/4), mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Seluruh identifikasi dilakukan melalui data primer berupa sidik jari yang diperkuat data sekunder berupa rekam medis dan properti korban.
Karodokpol Pusdokkes Polri, Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan mengatakan, identifikasi dilakukan menggunakan sidik jari serta data sekunder seperti tanda medis dan barang kepemilikan.
Baca Juga:BisKita Trans Wibawa Mukti Jadi Andalan Warga Saat KRL LumpuhReses Rudy Rafly Serap Aspirasi Sembari Doakan Korban KA
“Teridentifikasi melalui data primer yaitu sidik jari dan data sekunder yaitu tanda medis dan properti atau benda kepemilikan,” ujar Nyoman dalam konferensi pers di RS Polri Jakarta Timur, Selasa (28/4).
Berdasarkan hasil identifikasi, kantong jenazah nomor DVI I/B.TIM/001 cocok dengan data antemortem nomor AM 002 atas nama Tutik Anitasari (31), perempuan, warga Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Korban teridentifikasi melalui data primer sidik jari serta data sekunder medis dan properti.
Korban kedua dari kantong jenazah nomor DVI I/B TIM/0002 teridentifikasi sebagai Harum Anjasari (27), perempuan, warga Cipayung, Jakarta Timur. Sementara korban ketiga, Nur Alimantun Citra Lestari (19), warga Pasar Jambi, teridentifikasi dari kantong jenazah nomor DVI I/B TIM/0003.
Selanjutnya, korban keempat Farida Utami (50), warga Cibitung, teridentifikasi dari kantong jenazah nomor DVI I/B TIM/0004. Korban kelima Vica Acnia Fratiwi (23), warga Cikarang Barat, teridentifikasi dari nomor DVI I/B.TIM/0005.
Tim DVI juga mengidentifikasi Ida Nuraida (48), warga Cibitung, dari kantong jenazah nomor DVI I/B TIM/0006. Disusul Gita Septia Wardany (20), warga Cibitung, dari nomor DVI I/B.TIM/0007, dan Fatmawati Rahmayani (29), warga Bekasi Selatan, dari nomor DVI I/B.TIM/0008.
Dua korban terakhir yang teridentifikasi yakni Arinjani Novita Sari (25), warga Tambun Selatan, dari kantong jenazah nomor DVI I/B TIM/0009 serta Nur Ainia Eka Rahmadhyna (32), warga Tambun Selatan, dari nomor DVI I/B.TIM/0010.
