KBEONLINE.ID, BEKASI – Penghentian sementara operasional KRL di Stasiun Cikarang pascakecelakaan tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line Cikarang di Stasiun Bekasi Timur membuat pengguna transportasi massal di Kabupaten Bekasi beralih ke layanan BisKita Trans Wibawa Mukti.
Ditiadakannya sementara jadwal perjalanan KRL memicu lonjakan penumpang di sejumlah halte pemberhentian bus. Gangguan operasional tersebut merupakan dampak langsung kecelakaan kereta api yang terjadi malam sebelumnya di Bekasi Timur dan mengganggu layanan Commuter Line di lintasan tersebut.
Pantauan Cikarang Ekspres, sebagian besar penumpang merupakan pekerja dan pelajar yang terpaksa mencari moda alternatif agar tetap dapat beraktivitas. Kepadatan bahkan terlihat hingga keluar area halte akibat tingginya volume pengguna jasa.
Baca Juga:Reses Rudy Rafly Serap Aspirasi Sembari Doakan Korban KAKopdes Jadi Andalan, 127 Gerai Koperasi Karawang Didorong Masuk Dapur MBG
Kepala Bidang Angkutan Umum pada Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Firman Arief Sembada, membenarkan lonjakan penumpang terjadi akibat peralihan mendadak pengguna Commuter Line ke layanan bus.
“Fenomena ini terjadi akibat ditiadakannya jadwal perjalanan KRL di Stasiun Cikarang, sehingga banyak masyarakat yang memilih beralih dari moda KRL atau Commuter Line ke moda transportasi bus Trans Wibawamukti,” ujar Firman kepada Cikarang Ekspres, Selasa (28/4).
Menurut dia, imbas kecelakaan kereta tidak hanya mengganggu operasional rel, tetapi juga memberi tekanan pada moda transportasi darat lain yang menjadi alternatif masyarakat.
“Semua ini dampak kecelakaan kereta api semalam. Kami melihat adanya pergeseran pengguna moda transportasi secara mendadak sehingga terjadi lonjakan penumpang pada layanan bus,” ucapnya.
Ia menambahkan melihat perubahan aktivitas masyarakat yang kini memanfaatkan layanan BisKita dirasa cukup tinggi, terlihat dari antrean penumpang yang mengular sejak pagi hingga keluar area halte.
“Pantauan situasi terkini dari titik pemberhentian bus Trans Wibawamukti Stasiun Cikarang menunjukkan adanya antrean panjang dan kepadatan penumpang yang terjadi dari pagi hingga siang ini,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Firman menyatakan bahwa pihaknya terus memantau titik rawan kepadatan dan berkoordinasi dengan operator Trans Wibawa Mukti agar layanan tetap berjalan optimal. Masyarakat juga diimbau tertib saat mengantre dan mengikuti arahan petugas.
