Reses Rudy Rafly Serap Aspirasi Sembari Doakan Korban KA

Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Rudy Rafly
Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Rudy Rafly mengajak peserta reses mendoakan korban kecelakaan KRL CommuterLine tujuan Cikarang dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur. --KBEONLINE.ID
0 Komentar

KBEonline.id, BEKASI – Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Rudy Rafly mengajak peserta reses mendoakan korban kecelakaan KRL CommuterLine tujuan Cikarang dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, saat kegiatan reses masa persidangan II Tahun Sidang 2026 di Kampung Citarik, Desa Jatireja Cikarang Timur pada Selasa (28/04/2026).

Ajakan doa itu disampaikan sebagai bentuk empati atas tragedi yang menewaskan 14 orang dan melukai 84 lainnya, yang seluruh korbannya perempuan. Menurut Rudy, musibah tersebut menjadi pengingat pentingnya keselamatan transportasi publik dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Kita doakan semoga para korban yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Untuk para korban luka-luka agar segera pulih,” ujar Rudy Rafly kepada Cikarang Ekspres.

Baca Juga:Kopdes Jadi Andalan, 127 Gerai Koperasi Karawang Didorong Masuk Dapur MBGDPUPR Karawang Fokus Tingkatkan Jalan dan Jembatan di Sejumlah Titik Strategis pada 2026

Dalam kesempatan itu, Ketua Komisi III sekaligus Anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten Bekasi itu juga memanfaatkan reses untuk menegaskan komitmennya mengawal pembangunan infrastruktur daerah.

Ia menyebut alokasi anggaran pembangunan 2026 sebesar Rp1,1 triliun dari total APBD Rp7,7 triliun akan diarahkan untuk perbaikan jalan, pembangunan rutilahu, PJU, normalisasi sungai hingga perbaikan irigasi untuk penanganan banjir.

“Perbaikan jalan, rutilahu, PJU sampai irigasi menjadi prioritas agar manfaat pembangunan dirasakan langsung masyarakat,” kata Rudy.

Menurutnya, besarnya porsi anggaran tersebut harus mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat yang selama ini banyak disampaikan saat reses, terutama terkait kerusakan jalan lingkungan, persoalan drainase dan banjir musiman.

“Di Komisi III, kami bermitra dengan beberapa dinas teknis. Tentunya kami bertugas mengawasi dan memastikan program pembangunan berjalan sesuai rencana dan memberi dampak positif bagi masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, pengawasan penggunaan anggaran menjadi penting agar pembangunan tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Jangan sampai anggaran besar tapi persoalan dasar masyarakat, seperti jalan rusak, banjir dan saluran irigasi, belum tertangani maksimal. Ini yang terus kami dorong dalam fungsi pengawasan,” tegasnya.

Baca Juga:Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Selasa 28 April 2026: Naik Rp. 5.000 Cek Rincian Lengkapnya Disini!Rekomendasi 10+ HP Realme Terbaik 2026, dari Entry-Level hingga Kelas Premium Cocok Buat Harian dan Gaming!

Dalam dialog bersama warga, sejumlah aspirasi mengemuka, mulai dari usulan peningkatan infrastruktur lingkungan, penanganan banjir, penerangan jalan umum hingga kebutuhan perbaikan saluran air di permukiman warga.

0 Komentar