Disnakertrans Karawang Dampingi Warga yang Tertahan di Libya, Imbau Masyarakat Hindari Jalur Nonprosedural

Ilustrasi : Disnakertrans Karawang Dampingi Warga yang Tertahan di Libya
Ilustrasi : Disnakertrans Karawang Dampingi Warga yang Tertahan di Libya
0 Komentar

KBEONLINE.ID KARAWANG — Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang melakukan pendampingan terhadap seorang warga Karawang yang dikabarkan tertahan di Libya dan belum dapat kembali ke Indonesia. Kasus tersebut menjadi perhatian publik setelah viral di media sosial pada akhir Februari 2026.

Kepala Disnakertrans Karawang, Rosmalia Dewi, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan kondisi dan keberadaan warga tersebut di Libya.

“Disnakertrans Karawang terus melakukan komunikasi dengan KBRI Libya dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memastikan keberadaan warga tersebut,” ujar Rosmalia.

Baca Juga:Dugaan Pungli PTSL di Sukaragam Bekasi, Warga Ngaku Diminta Bayar Rp1 JutaPasar Baru Cikarang Kebakaran Lagi, Belasan Lapak Pedagang Hangus Dilalap Api

Ia menjelaskan, langkah pendampingan dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap keselamatan warga Karawang yang berada di luar negeri, khususnya pekerja migran Indonesia (PMI).

Selain melakukan pendampingan, Disnakertrans Karawang juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait proses pemulangan PMI tersebut. Upaya pemulangan meliputi pembayaran denda overstay atau kelebihan izin tinggal di Tripoli, hingga biaya kepulangan para pekerja migran ke Indonesia.

“Dalam proses pemulangan ini ada biaya overstay yang harus dibayarkan, nantinya akan difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” jelasnya.

Sementara itu, Staf Pelaksana Penanganan Kasus dan Pengaduan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Disnakertrans Karawang, Ahmad Sogiri, mengatakan pihaknya langsung bergerak melakukan penelusuran setelah informasi tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.

“Sejak viral di media sosial pada akhir Februari 2026, kami langsung melakukan identifikasi serta menemui pihak keluarga dan pemerintah desa di Desa Jatimulya,” kata Ahmad.

Menurutnya, Disnakertrans juga meminta pihak desa ikut mendampingi saat mendatangi rumah keluarga PMI guna menggali informasi terkait keberangkatan dan kondisi yang bersangkutan.

“Kami datang bersama pihak desa ke rumah keluarga PMI dan bertemu dengan ibunya. Dari penuturan keluarga, yang bersangkutan sudah beberapa kali dijemput dan dipulangkan ke Indonesia, namun kembali berangkat ke luar negeri,” ujarnya.

Baca Juga:Bupati Bekasi Nonaktif Kembali Bantah Dakwaan, Ade Kunang : Ijon Proyek Rp 107 M Bukanlah di Era SayaSekda Karawang Kumpulkan ASN, Pakta Integritas Diteken demi Pemerintahan Bersih

Ahmad menjelaskan, warga tersebut sebelumnya pernah berada di Abu Dhabi dan Arab Saudi sebelum akhirnya dipulangkan ke Indonesia. Namun, yang bersangkutan kembali mencoba bekerja ke luar negeri melalui jalur yang tidak diketahui pihak keluarga.

0 Komentar