“Tapi lagi kan, kembali lagi kesadaran juga, air di perjalanan ini kan, tadi ada bangli, ada sampah. Masyarakat juga harus bisa menjaga, jangan sungai itu bukan tempat sampah,” tuturnya.
Sementara itu, salahsatu petani asal Desa Pantai Harapanjaya, Muaragembong, Aris Sukadam mengungkap bahwa pembangunan bendungan ini berpengaruh terhadap distribusi air persawahan ditujuh Kecamatan. Mulai dari Sukakarya, Sukatani, Karangbahagia, Tambelang, Sukawangi, Cabangbungin hingga hilir yakni Muaragembong.
“Petani mengapresiasi, sekian puluh tahun menunggu pembangunan bendungan tersebut. Musim kemarau 2024 paling ekstrem. Sangat berdampak kekeringan dari luasa 7.252 hektar lahan pertanian,” tandasnya. (Iky)