Tragis! Balita di Karawang Tewas dengan Luka Lebam dan Bekas Gigitan

Balita meninggal tak wajar
Tragis! Balita di Karawang Tewas dengan Luka Lebam dan Bekas Gigitan. -kbeonline.id
0 Komentar

KARAWANG, KBEonline.id – Isak tangis menyelimuti kediaman Komala Sari di Desa Sukasari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Kamis (16/4/2026).

Keluarga tak kuasa menahan kesedihan atas kepergian Trialdo Pratama, balita berusia satu setengah tahun yang meninggal dunia secara tragis dengan luka tak wajar di sekujur tubuhnya.

Korban diduga kuat menjadi korban penganiayaan oleh orang terdekat.

Berdasarkan keterangan keluarga, ditemukan banyak luka memar dan bekas gigitan pada tubuh balita malang tersebut.

Baca Juga:Puluhan Siswa SD Ikuti FLS3N Tingkat Tambun Selatan MAXUS Perkuat Akses dan Jangkauan Layanan di Cikarang, Bidik Kebutuhan Mobilitas Kawasan Industri  

Peristiwa memilukan ini bermula pada Rabu kemarin. Komala Sari, yang merupakan orang tua angkat sekaligus bibi korban, mengaku mendapatkan telepon dari ibu kandung korban pada pukul 07.00 WIB untuk segera datang ke Klinik Azahra.

“Setelah sampai di klinik, kondisi bocah sudah kolaps. Pihak klinik kemudian merujuk ke RS Hastine, namun dalam perjalanan korban sudah mengembuskan napas terakhir,” ujar Komala Sari.

Kecurigaan keluarga muncul saat melihat kondisi fisik jenazah. Terdapat luka memar di bagian dahi, rahang kanan, dada kiri, hingga paha kanan.

“Di rahang sebelah kanan itu ada bekas gigitan, di dada dan paha ada bekas seperti cubitan. Waktu saya tanya ke ibunya di klinik kenapa ini anak, dia cuma jawab tidak tahu, tidak tahu, dan tidak tahu. Sampai almarhum dibawa ke rumah pun jawabannya tetap sama,” kata Komala.

Senada dengan Komala, paman korban, Dorma Susanto, merasa ada kejanggalan besar dalam kematian keponakannya tersebut. Ia merasa ibu kandung korban seolah menutupi fakta yang sebenarnya terjadi.

“Ada kejanggalan. Bagaimana saya mau menindaklanjuti kalau ibunya tetap bungkam. Padahal pagi harinya kami masih sempat video call-an, tapi sorenya dapat kabar seperti ini,” jelas Dorma.

Dorma juga menyesalkan sikap ibu kandung korban yang hingga kini belum mendatangi rumah duka untuk mendoakan anaknya.

Baca Juga:Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Selama Perbaikan Jalan di Jalan KH Raden Ma'mun Nawawi Jadwal Bioskop Trans TV 16 April 2026 Lengkap Sinopsis, Nonton Film Aksi-Thriller Malam Ini

“Kalau ibunya beriktikad baik dan merasa kehilangan, seharusnya dia ada di sini, ikut tahlilan. Anak ini sekarang kami yang urus di sini,” tegasnya.

Dugaan sementara, korban meninggal akibat dianiaya oleh orang dekat yang sering membawa korban bermain. Diketahui, ibu kandung korban saat ini tengah menjalin hubungan asmara dengan seorang pria lain setelah berpisah dengan ayah kandung korban.

0 Komentar