Kontraktor Tahap II Stadion Singaperbangsa Diduga Kabur, Pekerja & Warung Tertinggal dalam Utang Ratusan Juta

Ilustrasi Stadion Singaperbangsa Karawang.
Kontraktor Tahap II Stadion Singaperbangsa Diduga Kabur, Pekerja & Warung Tertinggal dalam Utang Ratusan Juta. --KBEONLINE.ID
0 Komentar

Warung lain bahkan mengalami kerugian lebih besar. Cindy, pemilik warung, menyebut angka kerugiannya mencapai Rp47,4 juta. Modal usahanya habis, bahkan ia sempat jatuh sakit karena tekanan ekonomi.

“Awalnya lancar, tapi sejak Desember tidak ada pembayaran sama sekali. Saya sampai tidak bisa jualan,” ungkapnya.

Jika ditotal dengan warung lain, kerugian disebut bisa mencapai Rp50 juta hingga Rp90 juta per titik usaha.

Material Tak Dibayar, Usaha Terancam

Baca Juga:BBM Langka, TPA Burangkeng LumpuhRekomendasi Tablet Realme Pad Terbaik 2026, Layar Lega Harga Terjangkau, Cocok buat Gaming dan Harian

Dampak juga menjalar ke sektor penyedia material bangunan. Yon Suparman (42), pemilik UD Fajar Muda, mengaku mengalami kerugian sekitar Rp35 juta dari suplai material seperti semen, cat, dan gypsum, dan bahan baku lainnya.

“Awalnya lancar dari September sampai Desember. Tapi setelah itu macet total. Janji sudah mungkin seratus kali, tapi tidak pernah ditepati,” kata Yon, Selasa lalu (21/4/2026).

Yon sendiri pernah menemui langsung Fajri di Stadion Singaperbangsa secara tidak sengaja karena bahan baku bangunan tak kunjung dibayar. Ia bahkan sempat membuat pernyataan bersama di kepolisian dengan harapan pembayaran dilakukan sebelum Lebaran. Namun janji itu kembali menguap.

“Kalau satu dua kali janji tidak ditepati mungkin masih bisa dimaklumi. Tapi ini sudah berkali-kali,” ujarnya.

Yon mengira dengan awal hubungan yang baik semua akan berjalan lancar. Mulanya niatnya hanya membantu agar sama-sama berjalan, baik usaha toko bangunan maupun usaha yang tengah dijalani Fajri.

“Untung enggak seberapa, dibawa kabur, yang ada malah buntung. Saya sih pengennya cepat dibayar, biar urusan cepat selesai. Jangan menyepelekan hutang, bukan tanggung jawab di dunia saja, tapi di akhirat juga, dijagalah, biar hidupnya berkah juga,” tutup Yon.

Dugaan Dana Sudah Cair, Tapi Tak Sampai

Sejumlah korban menerima informasi diduga pembayaran proyek dari instansi terkait diduga telah dilakukan hingga ke tingkat kontraktor. Namun dana tersebut tidak sampai ke pekerja maupun pelaku usaha di lapangan.

Baca Juga:Terungkap, Makam Viral di Setu Ternyata Makam Keluarga, Akses Jalan Tersandung Status LahanLampu RTH Cikampek Sempat Dicuri, DLH Karawang Pastikan Kini Kembali Terpasang

Informasi ini menambah kegelisahan para korban yang hingga kini masih bertahan tanpa kepastian.

Bertahan di Stadion yang Gelap

0 Komentar