KBEonline.id- Program Pemagangan Nasional Batch I adalah bagian dari upaya penguatan kompetensi dan perluasan akses kerja tenaga kerja Indonesia.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat kompetensi tenaga kerja melalui sertifikasi serta memperluas akses kerja bagi lulusan program pemagangan.
Adapun tujuan utama pelaksanaan ini meliputi: Mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui program pemagangan yang terstruktur dan berbasis kebutuhan industri.
Baca Juga:Bantah Ada Penundaan, Bupati Aep Pastikan Pilkades 67 Desa di Karawang Digelar November 2026RSUD Karawang Buka Lowongan Tenaga Kesehatan dan Non-Kesehatan, Ini Formasinya
Memberikan pengakuan atas keterampilan peserta melalui sertifikasi kompetensi.Memperluas akses kesempatan kerja bagi lulusan program pemagangan.
Memperkuat keterkaitan (link and match) antara dunia pendidikan, pelatihan, dan dunia industri.
Mendorong peran aktif perusahaan dalam pembinaan dan penyerapan tenaga kerja.
Mengoptimalkan pemanfaatan platform digital ketenagakerjaan untuk akses informasi lowongan kerja.
Dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi menutup Program Pemagangan Nasional Batch I yang diikuti 16.112 peserta pada periode Oktober 2025 hingga April 2026. Penutupan program dilakukan di Jakarta (24/4/2026).
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dalam sambutannya menegaskan bahwa program pemagangan merupakan bagian dari strategi penguatan kompetensi tenaga kerja nasional yang tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi juga membangun kesiapan kerja berbasis keterampilan.
Sejalan dengan itu, setelah menyelesaikan program, peserta akan melanjutkan ke tahap sertifikasi kompetensi sebagai bentuk pengakuan atas keterampilan yang telah diperoleh di dunia kerja.
“Kami mengajak adik-adik peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini karena sertifikasi kompetensi diberikan secara gratis sebagai pengakuan atas keterampilan yang dimiliki,” ujar Yassierli.
Untuk itu, ia juga meminta para peserta mempersiapkan diri dengan belajar sebelum mengikuti uji kompetensi di balai pelatihan Kemnaker maupun Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang bermitra dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Baca Juga:Tidak Ada Main Mata, Pemdes Serang Pastikan Pendaftaran Pengisian BPD Transparan dan TerbukaDi Karawang Mentan Amran Ungkap Mafia Beras, Harga Rp 8 Ribu Dijual Rp 17 Ribu
Lebih lanjut, Yassierli menyampaikan hasil evaluasi pelaksanaan Program Pemagangan Nasional Batch I.
Dari hasil evaluasi tersebut, Kemnaker menekankan pentingnya pemerataan pelaksanaan program agar tidak terpusat di Pulau Jawa, melainkan lebih merata di seluruh Indonesia guna memperluas kesempatan bagi putra-putri daerah.
Selain pemerataan wilayah, program juga akan diperluas agar terbuka bagi seluruh program studi, tidak terbatas pada jurusan tertentu.
