KBEONLINE.ID – Sebuah desa tersembunyi di Maluku Tengah menawarkan pengalaman wisata yang benar-benar berbeda. Desa Sawai menghadirkan keindahan alam yang masih asri dengan daya tarik utama berupa sungai jernih bertepi keramik, pemandangan yang jarang ditemukan di tempat lain di Indonesia.
Sungai yang dikenal sebagai Sungai Asinahu ini menjadi ikon desa. Airnya mengalir bening langsung dari bebatuan tebing di sekitarnya, menciptakan suasana sejuk dan menenangkan. Keunikan paling mencolok terlihat pada bagian pinggir sungai yang dipasangi keramik rapi, membuatnya tampak seperti kolam renang alami di tengah permukiman warga.
Bagi masyarakat setempat, sungai ini bukan sekadar objek wisata. Sungai Asinahu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, digunakan untuk mandi, mencuci, hingga tempat bermain anak-anak. Meski aktivitasnya padat, kebersihan sungai tetap terjaga, mencerminkan kesadaran lingkungan yang tinggi dari warga.
Baca Juga:Begini Cara Makan Richeese Factory Rp0 di Karawang! Promo Gila Pakai Yup Ayo Segera Cobain!Melihat Konsumen MBG dan Konsumen Pendidikan dalam Gugatan ke MK
Aliran sungai yang membelah rumah-rumah penduduk menciptakan panorama unik. Banyak wisatawan menyamakan suasana di sini dengan Venesia di Italia, kota yang terkenal dengan kanal-kanalnya. Bedanya, Desa Sawai menawarkan nuansa yang lebih alami, tenang, dan kental dengan budaya lokal.
Selain keindahan alam, desa ini juga menyimpan nilai sejarah dan budaya yang kuat. Desa Sawai dipercaya sebagai salah satu desa tua, dengan pengaruh akulturasi budaya yang masih terasa hingga kini. Tradisi seperti musik gambus dan gaya arsitektur bangunan menjadi bukti jejak tersebut.
Lokasinya yang berada di kawasan Taman Nasional Manusela semakin menambah pesona. Hutan hijau yang lebat, tebing alami, serta udara segar menjadi latar sempurna bagi siapa saja yang ingin mencari ketenangan jauh dari hiruk-pikuk kota.
Kehangatan masyarakat lokal juga menjadi daya tarik tersendiri. Warga dikenal ramah dan terbuka, bahkan tak jarang memperlakukan wisatawan layaknya keluarga sendiri. Suasana inilah yang membuat pengalaman berkunjung terasa lebih berkesan.
Untuk mencapai desa ini memang memerlukan perjalanan panjang. Rute dimulai dari penerbangan menuju Bandara Pattimura, dilanjutkan perjalanan darat ke Pelabuhan Tulehu. Dari sana, wisatawan menyeberang menggunakan kapal feri ke Pelabuhan Amahai, lalu melanjutkan perjalanan darat dan ditutup dengan perahu nelayan menuju Desa Sawai.
