Putri Ramadhanty Dihujani Curhat Warga Cikarang Selatan Soal Makin Gawatnya Curanmor dan Jalan Rusak

Putri ramadanty
Dewan Putri Ramadanty saat reses di Cikarang Selatan.
0 Komentar

KBEonline.id- Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Putri Ramadhanty, melaksanakan kegiatan reses masa persidangan II Tahun Sidang 2026 di Taman Sentosa, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi pada Rabu (29/04/2026).

Dalam kesempatan tersebut, berbagai aspirasi masyarakat mulai dari keamanan lingkungan hingga infrastruktur jalan menjadi perhatian utama.

Salah satu persoalan yang paling banyak disampaikan warga adalah maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), khususnya di wilayah permukiman padat yang didominasi kos-kosan pekerja.

Baca Juga:UPDATE Jumlah Warga Kabupaten Bekasi Korban Tabrakan Kereta: 15 Luka 3 MeninggalTak akan Ada Lagi Sapaan Ramah untuk Warga Sukatani dari Ristuti Kustirahayu

“Di lingkungan saya, aduan yang paling sering itu curanmor. Saya sudah koordinasi dengan RT dan RW karena memang kawasan ini banyak kos-kosan pekerja,” ujar Putri Ramadhanty di sela kegiatan reses.

Selain persoalan keamanan, warga juga menyoroti minimnya penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah titik yang dinilai turut berpengaruh terhadap potensi tindak kriminal. Kondisi jalan yang gelap disebut menjadi salah satu keluhan utama masyarakat.

“PJU juga salah satu faktor, karena kondisi gelap bisa memicu kejadian kriminal. Ini menjadi perhatian bersama,” tambahnya.

Di sektor infrastruktur, warga juga menyampaikan keluhan terkait jalan rusak di beberapa lokasi. Aspirasi tersebut, kata Putri, telah dimasukkan ke dalam pokok-pokok pikirannya (pokir) dan diharapkan dapat direalisasikan pada tahun anggaran berjalan.

“Itu sudah masuk pokir saya. Mudah-mudahan bisa segera ditindaklanjuti tahun ini,” jelasnya.

Namun demikian, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi itu mengakui bahwa sejumlah usulan dari reses sebelumnya belum seluruhnya terealisasi. Hal tersebut tidak lepas dari adanya kebijakan efisiensi anggaran daerah.

“Belum semua terealisasi karena ada keterbatasan dan efisiensi anggaran. Kita harus menyesuaikan kondisi yang ada,” ungkapnya.

Baca Juga:Firasat Pilu Adelia Rifani di Ultah ke 22, Sebuah Kiriman Foto Terakhir dari Pintu KeretaHujan Air Mata Iringi Pemakaman Nurlela, Guru SD Korban Tabrakan Kereta Bekasi

Dalam menghadapi berbagai keterbatasan tersebut, Putri menekankan pentingnya komunikasi dan pemahaman bersama antara pemerintah dan masyarakat. Politisi PDI- Perjuangan itu menyebut pendekatan dialog menjadi langkah utama dalam menyikapi aspirasi warga.

“Kita tetap berdiskusi dengan masyarakat, memberikan pemahaman terkait kondisi yang ada. Yang penting tetap ada komunikasi yang baik,” tandasnya. (Iky)

0 Komentar