KARAWANG, KBEONLINE.ID – Pemerintah Kabupaten Karawang terus melakukan langkah antisipatif untuk menangani fenomena kekeringan yang melanda sejumlah wilayah. Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menegaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih guna memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah yang terdampak.
Aep menjelaskan, bahwa saat ini terdapat dua kecamatan yang mulai merasakan dampak kekeringan. Sebagai langkah darurat, Pemerintah Kabupaten telah menyiapkan armada tangki air yang didistribusikan melalui PDAM.
“Yang pertama, tentunya kami sudah menyiapkan tangki-tangki air, nanti distribusi itu oleh PDAM. Kami sudah memantau, insyaallah tidak akan terjadi kesusahan yang berarti di wilayah Karawang,” ujar Aep, Selasa (7/7).
Baca Juga:Puluhan Penyandang Disabilitas di Karawang Antusias Ikuti Pelatihan Sablon9 Ide Kegiatan Edukatif di Rumah untuk Anak yang Masih Libur Sekolah, Orang Tua Tenang!
Langkah mitigasi ini menjadi krusial mengingat BMKG telah mengeluarkan prediksi bahwa musim kemarau tahun ini akan berlangsung lebih panjang, dengan puncak suhu panas diperkirakan terjadi pada bulan September hingga Oktober. Pemkab Karawang memastikan dukungan penuh dari BPBD dan PDAM akan terus disiagakan untuk meminimalisir dampak kekeringan di tingkat kecamatan.
Mengenai solusi jangka panjang agar permasalahan kekeringan tidak berulang, Aep menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada penanganan darurat jangka pendek. Ia memastikan bahwa proyek infrastruktur penyambungan jaringan pipa air (pipanisasi) ke wilayah selatan akan mulai direalisasikan pada tahun ini.
“Kekeringan ini memang kan kita realisasikan untuk penyambungan pipanisasinya tahun sekarang. Jadi insyaallah, pipanisasi termasuk juga mungkin kami akan kolaborasi dengan Pak Dandim, karena dari Pak Kasad ada program borisasi atau pengeboran air tanah. Nah, nanti mungkin kita bisa support,” tambah Aep menjelaskan.
Selain fokus pada penanganan krisis air, Aep juga menyinggung sinergi pembangunan infrastruktur lainnya bersama TNI. Dalam pertemuan koordinasi, pihak Mabes Angkatan Darat melalui Pangdam dikabarkan siap memberikan bantuan pembangunan jembatan untuk memperlancar aksesibilitas masyarakat di wilayah yang membutuhkan dukungan infrastruktur. Aep menyatakan bahwa ia telah menerima instruksi langsung untuk mendata lokasi jembatan yang mendesak untuk dibangun.
“Kemarin saya dapat instruksi dari Pangdam, ‘Pak Bupati, sok mana lagi jembatan yang, misalkan lebarnya 1,6 meter dan panjangnya 60-70 meter, akan dibangun oleh Mabes Angkatan Darat’. Jadi, silakan kita ajukan,” pungkasnya.(aufa)
