KARAWANG, KBEONLINE.ID – Di balik setiap karya yang tercetak pada selembar kain, tersimpan semangat untuk belajar, keberanian mencoba hal baru, dan harapan untuk membangun masa depan yang lebih mandiri. Semangat tersebut mewarnai Pelatihan Cetak Sablon yang diselenggarakan Pertamina EP Subang Field, yang bekerja sama dengan Yayasan Kreasi Tuli Indonesia di Taman Cimanuk, Karawang, pada pertengahan Juni lalu.
Pelatihan yang diikuti oleh 27 penyandang disabilitas ini menjadi wadah untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang ekonomi melalui pengembangan produk kreatif, seperti goodie bag, paper bag, dan kaos.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pendampingan langsung dari Rahmat Raharja, pelaku usaha konveksi dan sablon yang memiliki latar belakang pendidikan di Sekolah Menengah Grafika Jakarta. Ia membimbing peserta mulai dari pengenalan alat dan bahan hingga proses pencetakan pada berbagai media.
Baca Juga:9 Ide Kegiatan Edukatif di Rumah untuk Anak yang Masih Libur Sekolah, Orang Tua Tenang!10 Kegiatan Seru di Rumah untuk Anak yang Masih Libur Sekolah, Anti Gadget dan Bikin Capek!
Untuk memastikan seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan secara optimal, kegiatan ini didukung oleh Agustin, Juru Bahasa Isyarat (JBI) dari Yayasan Kreasi Tuli Indonesia, yang menjembatani komunikasi selama proses pembelajaran berlangsung. Keterbatasan ini tidak mengurangi suasana pelatihan berlangsung hangat dan penuh antusiasme.
Bagi banyak peserta, pelatihan ini bukan sekadar kegiatan belajar keterampilan baru. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk membangun rasa percaya diri serta keyakinan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya dan berdaya.
Eko, salah satu peserta, mengaku antusias mengikuti pelatihan tersebut karena memberikan pengalaman baru yang sangat bermanfaat sekaligus membuka wawasan mengenai peluang usaha yang dapat dikembangkan di masa depan.
“Saya merasa senang dan termotivasi setelah mengikuti pelatihan ini. Kami tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga belajar melihat peluang untuk mengembangkan keterampilan menjadi usaha yang bisa membantu meningkatkan penghasilan,” ungkapnya.
Head of Communication, Relations & CID Pertamina EP Zona 7, Wazirul Luthfi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Perusahaan dalam menghadirkan program pemberdayaan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Pertamina EP percaya bahwa setiap individu memiliki potensi yang sama untuk berkembang. Melalui kolaborasi dengan Yayasan Kreasi Tuli Indonesia, kami ingin membuka lebih banyak kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk memperoleh keterampilan yang dapat meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan mereka. Kami berharap pelatihan ini menjadi langkah awal lahirnya karya-karya kreatif dan peluang usaha yang dapat terus berkembang di masa depan,” ujarnya.
