Ada Kampung Pelangi di Bandung? Ternyata Ini Lembur Katumbiri di Tepi Sungai Cikapundung

Kampung Pelangi Bandung
Kampung Pelangi Bandung
0 Komentar

Mural yang terdapat di kawasan tersebut juga menjadi bagian dari identitas Lembur Katumbiri. Gambar dan permainan warna membuat gang-gang permukiman terasa lebih hidup sekaligus menjadi daya tarik bagi masyarakat yang ingin berfoto atau sekadar berjalan-jalan. Meski demikian, pengunjung perlu memahami bahwa objek yang dilihat merupakan rumah dan lingkungan tempat tinggal masyarakat sehingga aktivitas wisata tetap harus memperhatikan kenyamanan serta privasi warga.

Berada di Lereng Sungai Cikapundung

Keunikan lainnya terletak pada posisi Lembur Katumbiri yang berada di sekitar aliran Sungai Cikapundung. Kondisi geografis tersebut membuat kawasan permukiman memiliki kontur yang menanjak dan tidak seperti jalan perkotaan yang datar. Untuk mencapai bagian-bagian tertentu, pengunjung harus melewati gang dan tangga yang mengikuti kemiringan kawasan.

Salah satu akses yang dikenal menuju kawasan tersebut berada di sekitar Gang Bapa Ehom atau Gang Haji Ahom di sisi Teras Cikapundung. Dari akses tersebut, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju lingkungan kampung. Karena gang relatif sempit dan merupakan akses warga, kendaraan tidak dapat digunakan untuk menjelajahi seluruh kawasan. Pengunjung yang membawa kendaraan perlu memarkirkan kendaraannya di area yang tersedia sebelum melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Jembatan Jadi Pintu Masuk Menuju Kampung

Baca Juga:Di Bogor Ada Kampung Film, FTV dan Sinetron? Ternyata Ada di Tengah Kebun Teh Gunung Mas PuncakResmikan Pembangunan Agroeduhub, Unsika Gelar Groundbreaking Gedung Amphitheatre dan Hortikultura

Jembatan yang berada di kawasan Sungai Cikapundung menjadi salah satu bagian yang cukup menarik ketika memasuki Lembur Katumbiri. Dari jembatan tersebut, pengunjung dapat melihat lingkungan kampung yang berada di sisi lereng sekaligus merasakan suasana sungai yang menjadi bagian penting dari kehidupan kawasan tersebut.

Setelah melewati jembatan, perjalanan berlanjut menuju gang dan tangga permukiman. Jalur ini memberikan pengalaman berbeda karena wisatawan tidak hanya datang untuk melihat satu objek tertentu, tetapi benar-benar menyusuri lingkungan kampung. Setiap belokan dapat menghadirkan pemandangan berbeda, mulai dari rumah warna-warni, mural, tanaman di halaman warga hingga aktivitas masyarakat sehari-hari.

Cocok untuk Jalan Santai dan Jogging

Kontur Lembur Katumbiri yang menanjak membuat kawasan ini juga menarik bagi masyarakat yang ingin berolahraga sambil menikmati suasana lingkungan. Warga maupun pengunjung dapat berjalan kaki menyusuri gang dan jalur di sekitar permukiman. Aktivitas tersebut lebih nyaman dilakukan pada pagi hari ketika udara masih relatif sejuk dan aktivitas kendaraan di kawasan sekitar belum terlalu ramai.

0 Komentar