Ada Kampung Pelangi di Bandung? Ternyata Ini Lembur Katumbiri di Tepi Sungai Cikapundung

Kampung Pelangi Bandung
Kampung Pelangi Bandung
0 Komentar

Biaya yang perlu diperhatikan salah satunya adalah parkir kendaraan. Informasi yang dihimpun mencantumkan tarif parkir sekitar Rp5.000. Pengunjung sebaiknya membawa uang tunai pecahan kecil karena kawasan ini berada di lingkungan permukiman. Jika membeli makanan, minuman atau produk UMKM warga, biaya tentu menyesuaikan barang yang dibeli.

Waktu Terbaik Datang ke Lembur Katumbiri

Pagi hari menjadi salah satu waktu yang menarik untuk mengunjungi Lembur Katumbiri. Sekitar pukul 06.30 hingga 10.00 WIB, suasana kawasan biasanya lebih nyaman untuk aktivitas berjalan kaki atau olahraga. Udara pagi di sekitar aliran Sungai Cikapundung juga memberikan pengalaman yang lebih sejuk dibandingkan datang ketika matahari sudah cukup terik.

Bagi yang ingin berburu foto, pagi hari juga memberikan kondisi cahaya yang lebih nyaman. Namun, pengunjung tetap perlu memperhatikan aktivitas warga karena kampung ini bukan kawasan wisata tertutup. Hindari masuk ke halaman atau rumah warga tanpa izin, jangan membuang sampah sembarangan dan tetap menjaga volume suara ketika melewati lingkungan permukiman.

Ada Sejarah Panjang di Balik Kampung Warna-warni

Baca Juga:Di Bogor Ada Kampung Film, FTV dan Sinetron? Ternyata Ada di Tengah Kebun Teh Gunung Mas PuncakResmikan Pembangunan Agroeduhub, Unsika Gelar Groundbreaking Gedung Amphitheatre dan Hortikultura

Lembur Katumbiri bukanlah kampung yang baru muncul setelah revitalisasi. Kawasan tersebut sebelumnya telah dikenal sebagai Kampung Pelangi 200 atau Kampung 200. Konsep warna-warni sudah menjadi bagian dari identitas kawasan sebelum kemudian dilakukan penataan kembali agar tampil lebih menarik dan dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata.

Perubahan nama menjadi Lembur Katumbiri sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas kawasan. Dengan membawa nama berbahasa Sunda, kampung ini tidak hanya ditampilkan sebagai permukiman warna-warni, tetapi juga sebagai bagian dari lingkungan budaya dan masyarakat Kota Bandung. Penataan tersebut kemudian dipadukan dengan kegiatan lingkungan, UMKM dan aktivitas masyarakat agar keberadaan kawasan wisata tetap memberikan manfaat bagi warga.

Dekat dari Babakan Siliwangi

Letak Lembur Katumbiri menjadi salah satu keuntungan bagi wisatawan yang ingin menjelajahi kawasan Bandung utara. Lokasinya berada tidak jauh dari Teras Cikapundung dan kawasan Babakan Siliwangi yang juga dikenal sebagai ruang terbuka dan kawasan wisata perkotaan.

Karena berada di kawasan yang cukup strategis, Lembur Katumbiri dapat dimasukkan ke dalam rute jalan-jalan ketika berkunjung ke Bandung. Wisatawan bisa menggabungkan kunjungan dengan destinasi lain di sekitar Dago dan Babakan Siliwangi. Dengan begitu, perjalanan tidak hanya berfokus pada tempat wisata komersial, tetapi juga mengenal kampung tematik yang tumbuh dari lingkungan masyarakat.

0 Komentar