Bagi masyarakat yang terbiasa jogging, jalur menuju kawasan Lembur Katumbiri dapat memberikan tantangan tersendiri karena terdapat bagian yang menanjak serta tangga. Namun, pengunjung perlu membedakan antara jalur olahraga dan akses rumah warga. Jangan sampai aktivitas berlari atau bersepeda justru mengganggu warga yang sedang beraktivitas, terutama pada waktu-waktu kampung sedang ramai.
Ada Urban Farming dan Konservasi Ikan
Lembur Katumbiri juga dikembangkan tidak hanya sebagai kampung dengan tampilan warna-warni. Di kawasan tersebut terdapat kegiatan berbasis lingkungan seperti urban farming dan konservasi ikan. Program tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan kampung bukan hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki aktivitas yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan.
Keberadaan kegiatan tersebut memberikan sisi lain dari Lembur Katumbiri. Wisatawan yang datang dapat melihat bagaimana lingkungan permukiman dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat. Konsep seperti ini membuat pengalaman berkunjung tidak berhenti pada kegiatan berfoto, tetapi juga memperlihatkan aktivitas warga dalam mengelola lingkungan tempat tinggal mereka.
Bisa Berburu Kuliner dari Warga
Baca Juga:Di Bogor Ada Kampung Film, FTV dan Sinetron? Ternyata Ada di Tengah Kebun Teh Gunung Mas PuncakResmikan Pembangunan Agroeduhub, Unsika Gelar Groundbreaking Gedung Amphitheatre dan Hortikultura
Pengembangan Lembur Katumbiri sebagai kawasan wisata juga membuka peluang bagi masyarakat sekitar untuk mengembangkan kegiatan ekonomi. Produk makanan dan minuman lokal menjadi salah satu aktivitas yang dapat mendukung kunjungan wisatawan. Konsepnya lebih mengarah pada pemberdayaan masyarakat sehingga kehadiran pengunjung dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
Untuk urusan harga makanan, pengunjung sebaiknya tidak terpaku pada daftar harga yang beredar di internet karena jenis dagangan dan tarif dapat berubah. Jika menemukan warung atau pedagang di sekitar kampung, wisatawan dapat langsung menanyakan harga sebelum membeli. Cara tersebut juga membantu pengunjung mengenal produk lokal sekaligus mendukung usaha masyarakat yang berada di kawasan Lembur Katumbiri.
Berapa Tiket Masuk Lembur Katumbiri?
Berbeda dengan objek wisata komersial yang memiliki tiket masuk utama, Lembur Katumbiri merupakan kawasan permukiman yang dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis masyarakat. Karena itu, pengunjung pada dasarnya datang untuk menyusuri kawasan kampung dan menikmati lingkungan tanpa konsep tiket wahana seperti taman rekreasi.
