KBEONLINE.ID KARAWANG – Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Kabupaten Karawang terus bergerak masif dalam mengawal keberhasilan program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) di wilayahnya. Melalui penguatan kapasitas lini lapangan, organisasi ini berkomitmen melahirkan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) yang adaptif dan berkualitas tinggi dalam mengedukasi masyarakat.
Ketua IPeKB Kabupaten Karawang, Nurul Fajriyah, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 260 personel penyuluh KB di Karawang dengan berbagai status kepegawaian, mulai dari ASN pusat BKKBN, ASN Pemda, hingga tenaga Pramu. Guna menyamakan persepsi dan strategi, pihak organisasi rutin menggelar pertemuan evaluasi berkala yang dibagi ke dalam beberapa sesi demi efektivitas pembinaan.
“Pertemuan ini kita memaparkan target-target kita apa saja dan juga bagaimana strategi untuk mencapai targetnya. Kita menjelaskan tentang targetnya dan strategi mencapai target, sama capaian yang sudah dicapai di caturwulan pertama,” ujar Nurul, Kamis (21/5).
Baca Juga:Sudah Amblas Mobil Tak Bisa Lewat Warga Masih Menunggu Penanganan Jalan CBLBuruh di Bekasi Bakal Punya Penghasilan Tambahan Polisi Siapkan Program Ketahanan Pangan
Terkait dengan target capaian program pada caturwulan pertama, Nurul menjelaskan bahwa data evaluasi yang dihimpun hingga April menunjukkan progres yang positif dan dinamis. Pihaknya optimistis kinerja Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Karawang mampu menembus jajaran papan atas di tingkat regional berdasarkan rekam jejak tahun-tahun sebelumnya.
Lebih lanjut, Nurul memaparkan sejumlah program inovatif BKKBN yang kini tengah digalakkan di lapangan, di antaranya program TPA Tamasya dan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Inovasi tersebut hadir sebagai respons atas fenomena tingginya angka fatherless di Indonesia, di mana peran ayah sering kali absen dalam pengasuhan anak.
“Adanya GATI kita sosialisasi untuk menyadarkan masyarakat bahwa pengasuhan anak itu tugas kita bersama. Edukasi kita sasarannya bukan hanya ayah, tapi juga calon ayah, jadi kita edukasi sejak awal bahwa tugas pengasuhan anak bukan hanya di ibu,” kata Nurul menambahkan.
Di samping pembenahan pola asuh, isu percepatan penurunan stunting juga tetap menjadi salah satu fokus utama bagi para PLKB. Berdasarkan amanat Perpres Nomor 72 Tahun 2021, mitigasi risiko stunting dikawal langsung melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang bergerak di garda terdepan pada tiap-tiap desa.
