KBEONLINE.ID KABUPATEN BEKASI – Ruas Jalan Cikarang Bekasi Laut (CBL) di wilayah Desa Kertamukti, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi kini kembali lumpuh total. Badan jalan yang amblas sejak Rabu (20/5) membuat kendaraan roda empat tak lagi bisa melintas di jalur penghubung utama antara Babelan, Tambun Utara, Tambun Selatan hingga Cikarang tersebut.
Pantauan Cikarang Ekspres di lokasi, kerusakan jalan terlihat cukup parah. Rekahan tanah terus melebar dengan posisi badan jalan yang miring ke arah saluran drainase. Celah jalan yang tersisa hanya cukup dilintasi sepeda motor secara bergantian.
Khawatir terjadi kecelakaan, warga sekitar berinisiatif memasang pembatas darurat menggunakan ban bekas dan batang pohon. Beberapa warga juga tampak berjaga untuk mengatur lalu lintas kendaraan roda dua yang masih nekat melintas.
Baca Juga:Buruh di Bekasi Bakal Punya Penghasilan Tambahan Polisi Siapkan Program Ketahanan PanganKejar Target Pusat 80 Persen, DLH Karawang Gencar Dorong Sekolah Adiwiyata di Tahun 2026
Amblasnya jalan membuat arus kendaraan roda empat terputus total. Pengendara terpaksa memutar arah dan mencari jalur alternatif melalui jalan perkampungan yang sempit dan memakan waktu lebih lama.
Salahsatu pengemudi mobil pikap, Mulyadi (42), mengaku kecewa karena tidak adanya papan pengumuman di persimpangan sebelumnya yang menginformasikan bahwa jalan tersebut sudah tidak bisa dilalui.
“Saya tidak tahu kalau amblasnya sudah separah ini. Tadi dikira masih bisa lewat, ternyata lubangnya dalam sekali dan badan jalan sudah miring. Mau tidak mau harus putar balik lewat jalan perkampungan, itu pun jauh muternya dan jalannya sempit,” ujar Mulyadi kepada Cikarang Ekspres, Kamis (21/5).
Sementara itu, warga sekitar Anen (47) mengungkap amblasnya jalan CBL bukan hanya terjadi pada tahun ini. Pada tahun sebelumnya, dilokasi yang hanya berjarak 100 meter dari lokasi sekarang juga pernah amblas dan sudah diperbaiki. Ia menduga, amblasnya satu-satunya jalan penghubung ini disebabkan rembesan air dari saluran irigasi yang tepat berada di pinggir perumahan.
“Amblas ini baru kemarin Rabu, panjangnya ada 20 meter lebih lah. Air dari kali irigasi kan sempat naik terus rembes ke tanah dibawa jalan, jadinya amblas. Kalau gak amblas jalan ini juga sering tergenang air,” kata Anen.
Menurutnya, kondisi ini juga diperarah dengan labilnya tanah. Untuk keamanan pengendara yang melintas, lanjut Anen, warga sekitar berinisitif menjaga dan mengatur lalu lintas agar sepeda motor dapat tetap melintas secara bergantian. Ia khawatir, jika dibiarkan berlarut-larut, kerusakan akan semakin meluas dan memutus total akses jalan.
